HUBUNGAN ANTARA KADAR KOLIN PLASMA DENGAN WAKTU REAKSI SEBAGAI PENANDA TERJADINYA KELELAHAN OTOT PADA AKTIVITAS AEROBIK BERDURASI LAMA

SEPTA TRIYANTA, 011414553020 (2017) HUBUNGAN ANTARA KADAR KOLIN PLASMA DENGAN WAKTU REAKSI SEBAGAI PENANDA TERJADINYA KELELAHAN OTOT PADA AKTIVITAS AEROBIK BERDURASI LAMA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (640kB) | Preview
[img] Text (full text)
TESIS SEPTA TRIYANTA.pdf
Restricted to Registered users only until 12 September 2020.

Download (2MB)

Abstract

Kelelahan otot disebabkan oleh perubahan berbagai metabolisme di dalam tubuh sebagai respon terhadap stres fisik dan dipengaruhi oleh fungsi kerja sistem saraf. Senyawa kolin berfungsi untuk memproduksi neurotransmiter asetilkolin yang bekerja sebagai penghantar rangsang pada sistem saraf. Senyawa kolin plasma ditemukan menurun pada aktivitas aerobik dengan durasi yang lama. Penurunan kolin plasma belum dapat dijadikan sebagai penanda terjadinya kelelahan pada aktivitas aerobik dengan durasi lama, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui hubungan antara penurunan kadar kolin plasma dengan waktu reaksi pada aktivitas aerobik berdurasi lama sehingga dapat dijadikan sebagai penanda terjadinya kelelahan otot. Subjek adalah mahasiswa usia 21 sampai 23 tahun. Subjek berjumlah 12 orang dengan metode random sampling. Seluruh subjek diambil usia, tinggi badan, berat badan, panjang tungkai, BMI (Body Mass Index), kadar kolin plasma, dan waktu reaksisebelum dan setelah perlakuan mengayuh ergocycle dengan kecepatan 35 km/jam maksimal selama 2 jamatau tidak dapat mempertahankan kecepatan kayuhan sebanyak tiga kali. Hasil uji beda menunjukkan bahwa kadar kolin plasma (2,187±2,406 μMol/L, p=0,009) dan waktu reaksi (0,126±0,052 detik, p=0,000) sebelum dan sesudah diberikan perlakuan mengayuh ergocycle dengan kecepatan 35 km/jam maksimal selama 2 jam memiliki perbedaan yang bermakna dengan nilai p <0,05. Uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar kolin plasma dan waktu reaksi setelah diberikan perlakuan mengayuh ergocycle dengan kecepatan 35 km/jam maksimal selama 2 jam dengan nilai p=0,433.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat penurunan kadar kolin plasma setelah melakukan aktivitas fisik berdurasi lama, tetapi tidak terdapat hubungan antara penurunan kadar kolin plasma dengan waktu reaksi pada aktivitas fisik durasi lama.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKO 03/17 Tri h
Uncontrolled Keywords: kolin plasma, waktu reaksi, kelelahan otot, aktivitas fisik
Subjects: R Medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kesehatan Olahraga
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SEPTA TRIYANTA, 011414553020UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSuhartati, Prof. Dr. , dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 11 Sep 2017 22:46
Last Modified: 11 Sep 2017 22:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61381
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item