RESTORATIVE JUSTICE DALAM RANGKA PEMULIHAN ANAK PECANDU NARKOTIKA

ANUGERAH INDRA PERMANA, 031311133148 (2017) RESTORATIVE JUSTICE DALAM RANGKA PEMULIHAN ANAK PECANDU NARKOTIKA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (184kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FH. 134-17 Per r.pdf
Restricted to Registered users only until 18 September 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pasal 103 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan bahwa Pecandu Narkotika yang melakukan maupun tidak melakukan tindak pidana dapat direhabilitasi, tetapi bagi pecandu yang melakukan tindak pidana masa rehabilitasinya diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman. Sesungguhnya rehabilitasi bukan sebagai sanksi pidana melainkan sebagai treatment penyembuhan. Apabila yang menjadi pelaku adalah seorang anak, maka anak akan tetap memikul beban sebagai pelaku tindak pidana Narkotika. Diharapkan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) melalui proses Diversinya dapat menyelamatkan anak dari proses pemidanaan, karena batas minimal dari semua ketentuan pidana dalam UU Narkotika kurang dari 7 tahun. Apabila proses Diversi gagal, seharusnya hakim dapat memutuskan ancaman pidana yang paling ringan sesuai dengan ketentuan UU SPPA mengingat subjek disini adalah Anak. Oleh karena itu penulis akan membahas permasalahan ini dengan dengan pendekatan perundang undangan dan pendekatan konseptual dengan rumusan masalah mengenai diversi yang berlandaskan Restorative Justice dalam SPPA Bagi Anak Pecandu Narkotika dan Sanksi Pidana terhadap Anak Pecandu Narkotika apabila Diversi gagal. Hasil dari penilitian ini yaitu aparat penegak hukum harus memperhatikan UU SPPA sebagai Lex Specialis dari UU Narkotika untuk mengupayakan Diversi bagi Anak Penyalahguna Narkotika, mengingat pada Pasal 16 (3) Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak bahwa Penangkapan, Penahanan, Pemidanaan bagi anak hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakir (ultimum remidium), dan di Pasal 59 juga menyebutkan perlindungan khusus bagi korban Penyalahgunaan Narkotika berupa rehabilitasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 134-17 Per r
Uncontrolled Keywords: Anak, Narkotika, Diversi, Restorative Justice
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV5800-5840 Drug habits. Drug abuse
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANUGERAH INDRA PERMANA, 031311133148UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHj. Sarwirini, Dr. S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 17 Sep 2017 18:51
Last Modified: 17 Sep 2017 18:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61510
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item