PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI, INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN KADAR KOLESTEROL DARAH ANTARA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK

DINA FAHMAWATI, 101411123084 (2017) PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI, INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN KADAR KOLESTEROL DARAH ANTARA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.111-17 Fah p - abstrak.pdf

Download (100kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM.111-17 Fah p - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Merokok merupakan gaya hidup yang buruk. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan termasuk Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar kolesterol darah. Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar kolesterol darah dapat dipengaruhi konsumsi makanan. Penelitian ini bertujuan mempelajari perbedaan tingkat konsumsi, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar kolesterol darah pada perokok dan bukan perokok. Penelitian ini bersifat analitik observasional komparasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 13 orang perokok dan 13 orang bukan perokok dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Karakteristik responden dan kebiasaan merokok diperoleh dari kuesioner. Tingkat konsumsi diperoleh dengan metode wawancara food recall 2x24 jam, Indeks Massa Tubuh (IMT) diperoleh dari pengukuran berat badan menggunakan bathroom scale dan tinggi badan menggunakan microtoise, dan kadar kolesterol darah diperoleh melalui pengambilan sampel darah menggunakan alat uji laboratorium. Analisi data menggunakan Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi zat gizi, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kadar kolesterol darah responden perokok lebih rendah daripada responden bukan perokok. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa konsumsi zat gizi energi memiliki nilai p = 0,646; karbohidrat p = 0,920; protein p = 0,115; lemak p = 0,790; dan serat p = 0,178, Indeks Massa Tubuh (IMT) p = 0,236, dan kadar kolesterol darah p = 0,916. Sedangkan konsumsi kolesterol memiliki nilai p = 0,005. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa tidak ada perbedaan tingkat konsumsi zat gizi, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kadar kolesterol darah yang bermakna antara responden perokok dan bukan perokok. Tetapi ada perbedaan tingkat konsumsi kolesterol antara responden perokok dan bukan perokok. Dari segi gizi, rokok jelas memberikan dampak buruk bagi kesehatan sehingga sebaiknya menghindari kebiasaan merokok.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.111-17 Fah p
Uncontrolled Keywords: perokok, tingkat konsumsi, indeks massa tubuh, kadar kolesterol darah
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
DINA FAHMAWATI, 101411123084UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani, Dr.S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 03 Dec 2017 21:38
Last Modified: 03 Dec 2017 21:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61629
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item