KAITAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN TB PARU DI RS PARU SURABAYA

RETNO LIAN AFIDAH, 101311123102 (2017) KAITAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN TB PARU DI RS PARU SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img] Text (Fulltext)
FKM.112.17 Afi k - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2020.

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.112.17 Afi k - Abstrak.pdf

Download (26kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes Mellitus koinfeksi TB dikaitkan dengan kontrol glikemik yang buruk pada DM. Hiperglikemia reaktif sering menyertai infeksi kronis. Sepertiga populasi dunia diperkirakan terinfeksi Mycobacterium tuberculosis, dimana sekitar sembilan juta orang mengidap penyakit ini setiap tahun dan hampir dua juta meninggal setiap tahun. Peningkatan kasus TB pada DM juga terjadi di Indonesia. Penelitian ini untuk menganalisis kaitan pengetahuan, sikap dan perilaku penderita DM tipe 2 terhadap terjadinya TB paru di RS Paru Surabaya. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancang bangun case control matching. Pengambilan data penelitian ini dengan memberi pertanyaan kuesioner pada 30 penderita DM tipe 2 komplikasi TB Paru (kasus) dengan cara total sampling dan 30 penderita DM tipe 2 (kontrol) dengan cara matching usia, jenis kelamin dan IMT. Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan perilaku merokok, perokok pasif mengkonsumsi alkohol, kepatuhan periksa gula darah dan aktivitas fisik, sedangkan variabel terikat penelitian ini adalah penderita DM dengan komplikasi TB Paru. Analisis data mengunakan uji Chi-Square dengan level signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p=1,000) dan mengkonsumsi alkohol (p=1,000). Variabel yang signifikan adalah pengetahuan (OR=4,667), sikap (OR=3,455), tindakan (OR=4,125), perilaku perokok pasif (OR=6,538), kepatuhan periksa gula darah (OR=4,929), aktivitas fisik (OR=9,036). Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan penyuluhan TB Paru pada penderita DM dan pengelolaan diabetes dengan melakukan aktifitas fisik minimal 3 kali seminggu guna meningkatkan kecepatan pemulihan glukosa otot sehingga menurunkan risiko DM-TB Paru

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.112.17 Afi k
Uncontrolled Keywords: diabetes mellitus, pengetahuan, perilaku, sikap, tuberkulosis paru
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
RETNO LIAN AFIDAH, 101311123102UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Atoillah Isfandiari, ,dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 29 Nov 2017 17:42
Last Modified: 29 Nov 2017 17:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61665
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item