ANALISIS RISIKO TUBERKULOSIS PARU BERDASARKAN FAKTOR SOSIOEKONOMI, STATUS GIZI, DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 (Studi Kasus Kontrol d Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya Tahun 2016)

PANTARIA NOOR FITRI HAPSARI, 101411123054 (2017) ANALISIS RISIKO TUBERKULOSIS PARU BERDASARKAN FAKTOR SOSIOEKONOMI, STATUS GIZI, DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 (Studi Kasus Kontrol d Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya Tahun 2016). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img] Text (Fulltext)
FKM.113.17 Hap a - Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2020.

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.113.17 Hap a - Abstrak.pdf

Download (61kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan data RS Soewandi tahun 2016, jumlah pasien DM terbanyak berasal dari Kecamatan Tambaksari. Sesuai data Dinas Kesehatan Kota Surabaya jumlah pasien TB paru tahun 2016 terbanyak berasal dari Surabaya Timur yaitu Kecamatan Tambaksari, yang mengalami peningkatan dari 189 kasus pada tahun 2015 menjadi 374 kasus tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko faktor sosioekonomi, status gizi, dan kesejahteraan psikologis terhadap kejadian TB pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian ini adalah case control dengan penyepadanan umur dan jenis kelamin. Penelitian ini melibatkan 76 responden yang terbagi menjadi kelompok kasus penderita DM dengan TB dan kelompok kontrol DM tanpa TB. Karakteristik penderita DM tipe 2 dengan TB di Kecamatan Tambaksari 50% berusia 56–65 tahun, 60,5% laki-laki, 73,7% Suku Jawa, berstatus menikah, 42,1% berpendidikan SD, 65,8% tidak bekerja, 97,4% berpenghasilan <UMK, 60,5% IMT<18,5 dan 60,5% memiliki mood rendah. Hasil uji Chi Square didapatkan bahwa faktor yang berisiko terhadap kejadian TB yaitu variabel pekerjaan (p=0,022; OR=3,297), penghasilan (p=0,009; OR=13,214), status gizi (p=0,000; OR=17,889), dan kesejahteraan psikologis (p=0,001; OR=5,750). Sedangkan variabel pendidikan tidak berisiko terhadap kejadian TB (p=0,608; p>0,05).. Faktor Sosioekonomi yaitu tidak bekerja dan penghasilan <UMK, IMT<18,5 dan mood rendah berisiko terhadap kejadian TB pada penderita DM tipe 2 di Kecamatan Tambaksari. Perlu dilakukan sosialisasi pengaturan pola makan pada penderita DM tipe 2, dilakukan skrining TB pada penderita DM tipe 2 dengan IMT<18,5, meningkatkan komunikasi dan pemahaman tentang manajemen stress, dan perlu pendampingan agar penderita DM tipe 2 dengan TB

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.113.17 Hap a
Uncontrolled Keywords: Diabetes Melitus Tipe 2, Kesejahteraan Psikologis, Tuberkulosis Paru
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
PANTARIA NOOR FITRI HAPSARI, 101411123054UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Atoillah Isfandiari, , dr., M. Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 03 Dec 2017 21:42
Last Modified: 03 Dec 2017 21:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61668
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item