PEMODELAN FAKTOR RISIKO TETANUS NEONATORUM MENGGUNAKAN REGRESI ZERO-INFLATED GENERALIZED POISSON DAN ZERO-INFLATED POISSON DENGAN METODE BOOTSTRAP

SELVIA NURUL QOMARI, 101414153004 (2017) PEMODELAN FAKTOR RISIKO TETANUS NEONATORUM MENGGUNAKAN REGRESI ZERO-INFLATED GENERALIZED POISSON DAN ZERO-INFLATED POISSON DENGAN METODE BOOTSTRAP. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (56kB) | Preview
[img] Text (full text)
TESIS SELVIA NURUL QOMARI 101414153004.pdf
Restricted to Registered users only until 26 September 2020.

Download (1MB)

Abstract

Regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP) digunakan untuk menganalisis data diskrit berdistribusi Poisson yang banyak mengandung nilai nol dan cenderung mengalami overdispersi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan faktor-faktor risiko yang mempengaruhi tetanus neonatorum di provinsi Jawa Timur tahun 2015 dengan menggunakan regresi ZIGP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-reaktif, data yang digunakan adalah data sekunder dari profil kesehatan provinsi Jawa Timur dengan sampel sebanyak 37 kabupaten/kota. Hasil analisis regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP) dengan menggunakan program R menunjukkan bahwa nilai koefisien dispersi = 0,000 sehingga model ZIGP tidak sesuai untuk memodelkan data. Ketika maka model ZIGP akan tereduksi menjadi model Zero-Inflated Poisson (ZIP). Hasil estimasi parameter dengan regresi ZIP pada count model (log) menunjukkan bahwa cakupan pemeriksaan kehamilan (K4) berpengaruh sebesar exp (0,252), cakupan imunisasi TT2+ ibu hamil berpengaruh sebesar exp(0,042), dan cakupan persalinan di dukun berpengaruh sebesar (exp=0,656) terhadap tetanus neonatorum, sementara pada zero-inflated model hanya variabel cakupan status TT2+ ibu hamil yang signifikan dengan koefisien sebesar exp(-0,085). Bootstrap juga digunakan untuk mengestimasi parameter model ZIP, dimana didapatkan bahwa dengan menggunakan replikasi 50 dan 100, koefisien model ZIP tidak berubah, yang mengalami perbedaan justru pada nilai standar error yang semakin besar dibandingkan pada model ZIP tanpa bootstrap. Kesimpulannya adalah model regresi terbaik pada kasus tetanus neonatroum di Jawa Timur tahun 2015 adalah model Zero-Inflated Poisson tanpa menggunakan bootstrap. Dengan demikian diharapakan agar pelaksanaan program eliminasi tetanus maternal nenatal (ETMN) dapat difokuskan pada faktor-faktor yang berpengaruh tersebut di atas.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM 10/17 Qom p
Uncontrolled Keywords: Tetanus Neonatorum, Zero-Inflated Generalized Poisson, Zero- Inflated Poisson, Bootstrap
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SELVIA NURUL QOMARI, 101414153004UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorArief Wibowo, Dr., dr., M.S .UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 25 Sep 2017 23:05
Last Modified: 25 Sep 2017 23:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61763
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item