TEKNIK PEMBENIHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA BAK BETON SECARA INTENSIF DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH

CIONA MUTHIAH DEVANTI, 141311133085 (2017) TEKNIK PEMBENIHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA BAK BETON SECARA INTENSIF DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
PKL.PK.BP.64-17 Dev t ABSTRAK.pdf

Download (355kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL.PK.BP.64-17 Dev t LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Registered users only until 27 September 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas penting perikanan air payau. Kini udang windu mulai banyak dibudidayakan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap komoditas ini. Udang windu memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga mampu menembus beberapa segmen pasar, baik domestik maupun ekspor. Dalam kegiatan produksi calon induk udang windu merupakan rangkaian proses pemuliaan untuk menghasilkan induk unggul. Pada kehidupan sehari-hari udang windu sering disebut Udang Pacet, Udang Bago, Udang Lotong, Udang Tiling, Udang Baratan, Udang Palaspas, Udang Tepus, dan Udang Userwedi. Dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama “Tiger Prawn” atau “Jumbo Tiger Prawn”. Adanya ketersediaan induk dan benih yang semakin menipis dilaut menyebabkan semakin turunnya produksi udang windu hasil tangkapan, sehingga produksi udang melalui budidaya perlu ditingkatkan. Peningkatan produksi udang melalui budidaya tersebut hanya mungkin dapat bila disuplai faktor-faktor produksi, khususnya benih udang windu dapat terjamin sepenuhnya. Kegiatan pembenihan udang windu (Penaeus monodon) di BBPBAP Jepara meliputi : Pemeliharaan induk, pemijahan (ablasi mata), penetasan dan pemeliharaan larva, pemanenan dan pengemasan benur. Pakan yang diberikan berupa cacahan cumi, cacing laut dan kerang tiram. Pemberian tersebut diberikan 3 kali sehari. Bak pemeliharaan larva sebelumnya di sterilisasi dengan kaporit 500 ppm, setelah itu baru dibilas dengan air tawar yang steril sebelum dilakukan penebaran. Nauplius, zoea, mysis dan PL diberi pakan 5 kali sehari. Pakan yang diberikan berupa pakan alami dan pakan buatan.Setelah PL 10 benur dapat dipanen dan siap untuk di jual.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL.PK.BP.64-17 Dev t
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Manajemen Kesehatan Ikan & Budidaya Perikanan
Creators:
CreatorsEmail
CIONA MUTHIAH DEVANTI, 141311133085UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Arief, Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 27 Sep 2017 18:25
Last Modified: 27 Sep 2017 18:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61826
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item