MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR PROTEIN, KALSIUM, DAN SENG, SERTA NILAI EKONOMI PIE MINI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus commersonii) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Vigna angularis) SEBAGAI JAJANAN BALITA STUNTING

MUHAMMAD NABIL FAROJ, 101311233043 (2017) MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR PROTEIN, KALSIUM, DAN SENG, SERTA NILAI EKONOMI PIE MINI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus commersonii) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Vigna angularis) SEBAGAI JAJANAN BALITA STUNTING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.149.17 Far m - Abstak.pdf

Download (181kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM.149.17 Far m - Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Usia balita membutuhkan kecukupan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, dikarenakan fase ini merupakan penentu kualitas SDM di masa depan. Beberapa zat gizi yang diperlukan adalah protein, kalsium, dan seng. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh substitusi tepung ikan teri (Stolephorus commersonii) dan tepung kacang merah (Vigna angularis) pada pie mini terhadap daya terima, kadar protein, kalsium, dan seng, serta nilai ekonomi. Penelitian tahap pengembangan formula menggunakan jenis penelitian eksperimental murni, sedangkan uji organoleptik menggunakan eksperimental semu dengan desain rancangan acak lengkap. Terdapat 7 perlakuan pada penelitian pendahuluan dan 4 perlakuan pada penelitian lanjutan dengan 3 kali replikasi. Penelitian pendahuluan dilibatkan 3 orang panelis terbatas, sedangkan penelitian lanjutan dilibatkan 25 orang panelis tak terlatih dan 11 orang panelis anak-anak. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan statistik untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan daya terima dengan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney (α ≤ 0,05). Hasil uji organoleptik menunjukkan formula dengan nilai organoleptik tertinggi adalah F5 (tepung ikan teri 62,5 g dan tepung kacang merah 15 g). Kandungan protein, kalsium, dan seng yang paling sesuai dengan kebutuhan setiap 100 g pie mini adalah F5 berturut-turut 9,55 g, 217 mg, dan 0,96 mg, sedangkan analisis laboratorium kadar protein, kalsium, dan seng pie mini berturut-turut adalah 7,28%, 4,286%, dan 1,293 ppm. Nilai ekonomi per 100 g tertinggi adalah F2 (tepung ikan teri 62,5 g dan tepung kacang merah 7,5 g) yaitu Rp7416,-. Terdapat perbedaan signifikan antara F0 dengan F1, F2 dan F3 pada semua karakteristik (warna p= 0,000 , aroma p= 0,027, tekstur p= 0,002, rasa p= 0,000). Perhitungan formula optimasi berdasarkan daya terima, nilai gizi serta nilai ekonomi per zat gizi menunjukkan formula terbaik adalah F5. Formula modifikasi F5 berdaya terima baik, kadar zat gizi cukup memenuhi, dan nilai ekonomi baik yang layak sebagai jajanan alternatif tinggi zat gizi untuk balita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.149.17 Far m
Uncontrolled Keywords: tepung ikan teri, tepung kacang merah, daya terima, protein
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
MUHAMMAD NABIL FAROJ, 101311233043UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnnis Catur Adi, Dr., Ir., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 05 Dec 2017 16:07
Last Modified: 05 Dec 2017 16:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61884
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item