PERSEPSI PEROKOK REMAJA DI SURABAYA TERHADAP IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BAHAYA MEROKOK (Aplikasi Model Extended Parallel Process)

NOVIA PUSPITA UTAMI PUTRI, 101311133061 (2017) PERSEPSI PEROKOK REMAJA DI SURABAYA TERHADAP IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BAHAYA MEROKOK (Aplikasi Model Extended Parallel Process). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.168.17 Put p - Abstrak.pdf

Download (57kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM.168.17 Put p - Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 29 September 2020.

Download (768kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Usia perokok pemula di Indonesia semakin lama semakin muda. Riskesdas (2013) menyatakan bahwa proporsi penduduk Indonesia dengan umur ≥ 10 tahun menurut usia pertama kali mulai merokok terbanyak terdapat pada usia 15-19 tahun dengan prosentase sebesar 55,4%. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mengatasi masalah perokok ini adalah dengan menyiarkan iklan layanan masyarakat (ILM) bertajuk bahaya merokok. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi perokok remaja di Surabaya terhadap iklan layanan masyarakat bahaya merokok yang ditayangkan di televisi. Extended Parallel Process Model (EPPM) sendiri merupakan salah satu teori Komunikasi Kampanye yang dikembangkan oleh Kim Witte pada tahun 1992. EPPM akan menggambarkan efektif atau tidak efektif sebuah fear appeals sebagai pesan dari kampanye. Fear appeals sendiri merupakan sebuah pesan persuasif yang sengaja dibuat untuk menak-nakuti seseorang dengan menampilkan hal-hal mengerikan yang akan terjadi jika sasaran kampanye tidak melakukan apa yang disarankan oleh pesan tersebut. Penelitian dilakukan di Kota Surabaya dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara mendalam dengan informan berjumlah 8 orang. Pengambilan informan menggunakan teknik accidental sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristik informan, persepsi terhadap komponen pesan iklan layanan masyarakat bahaya merokok, rasa kerentanan, rasa keparahan, keyakinan diri, dan rasa takut informan terhadap iklan layanan masyarakat bahaya merokok. Persepsi informan terhadap komponen pesan yang terkandung didalam isi pesan iklan layanan masyarakat bahaya merokok cukup bervariatif. Pada variabel kerentanan, hanya enam orang informan yang merasa dirinya rentan terhadap bahaya-bahaya merokok dibeberapa tahun kedepan. Pada variabel keparahan, semua informan setuju bahwa penyakit akibat rokok merupakan gangguan kesehatan yang serius. Untuk variabel keyakinan diri, hanya enam orang yang merasa yakin untuk mampu mengurangi konsumsi rokok mereka. Pada variabel keyakinan diri semua informan mempunyai cara tersendiri untuk melindungi diri mereka dari bahaya rokok. Dan pada variabel rasa takut, semua informan mengaku bahwa mereka merasakan ketakutan setelah melihat isi pesan iklan layanan masyarakat bahaya merokok. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah semua informan termasuk kedalam kelompok proses kontrol bahaya. Maka dari itu, semua informan memiliki kecenderungan sikap yang positif terhadap iklan layanan masyarakat bahaya merokok.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.168.17 Put p
Uncontrolled Keywords: merokok, remaja, iklan layanan masyarakat, Extended Parallel Process Model (EPPM)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NOVIA PUSPITA UTAMI PUTRI, 101311133061UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuji Sulistyowati, , S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 05 Dec 2017 16:53
Last Modified: 05 Dec 2017 16:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61905
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item