ANALISIS PAPARAN DEBU SEMEN TERHADAP GANGGUAN FAAL PARU PADA OPERATOR UNIT FINISH MILL PT SEMEN INDONESIA, TUBAN

GLORI ABDININGSIH RACHMANI, 101311133076 (2017) ANALISIS PAPARAN DEBU SEMEN TERHADAP GANGGUAN FAAL PARU PADA OPERATOR UNIT FINISH MILL PT SEMEN INDONESIA, TUBAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.184.17 Rac a - Abstrak.pdf

Download (53kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM.184.17 Rac a - Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 29 September 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Paparan debu di lingkungan kerja merupakan faktor potensial yang dapat menyebabkan gangguan faal paru. Konsentrasi kadar partikel di udara merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan yang ditimbulkan, sehingga semakin tinggi paparan debu di udara, maka semakin tinggi pula risiko gangguan faal paru. Tujuan umum dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis paparan debu semen terhadap gangguan faal paru pada operator unit Finish Mill PT Semen Indonesia di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross sectional, dengan besar sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 10 orang. Kadar debu semen terhirup diukur menggunakan Personal Dust Sampler (PDS). Selain kadar debu semen terhirup, karakteristik pekerja juga dilihat meliputi usia, masa kerja, lama paparan, status gizi, kebiasaan merokok, penggunaan alat pelindung diri dan riwayat penyakit pernaafasan. Selain itu juga melihat keluhan pernafasan yang dirasakan oleh operator unit Finish Mill PT Semen Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah sebesar 90% operator yang memiliki kadar debu terhirup > 3 mg/m3. Kadar debu terhirup tertinggi adalah sebesar 26,7151 mg/m3 dan telah melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan. Kadar debu terhirup terendah adalah sebesr 1,4665 mg/m3. Selain itu sebesar 22,2% operator yang memiliki kadar debu terhirup > 3 mg/m3 mengalami gangguan faal paru. Kesimpulan yang dapat diambil Gangguan faal paru lebih banyak dialami oleh operator yang usia 36 – 45 tahun, dengan masa kerja lebih dari 15 tahun. Kebiasaan merokok dan riwayat penyakir pernafasan dapat terlihat dari keluhan pernafasan operator. Disarankan bagi operator yang mengalami gangguan faal paru agar melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut dan pengobatan, menjaga pola makan dan melakukan olahraga secara teratur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.184.17 Rac a
Uncontrolled Keywords: Kadar debu semen terhirup, status faal paru, operator unit finish mill
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
GLORI ABDININGSIH RACHMANI, 101311133076UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorCorie Indria Prasasti, , S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 05 Dec 2017 17:42
Last Modified: 05 Dec 2017 17:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61939
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item