FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA OVERHAUL DI BAGIAN MEKANIK TURBIN PT. PJB UPHT GRESIK

I’IN VIRADIANI, 101311133133 (2017) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA OVERHAUL DI BAGIAN MEKANIK TURBIN PT. PJB UPHT GRESIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.189.17 Vir f - Abstrak.pdf

Download (27kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM.189.17 Vir f - Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 29 September 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keluhan musculoskeletal dapat terjadi pada semua pekerja, termasuk pekerja overhaul di PT PJB UPHT Gresik dibagian mekanik turbin. Pekerjaan yang dilakukan secara manual memiliki risiko terhadap terjadinya keluhan musculoskeletal. Secara umum, keluhan musculoskeletal dapat terjadi karena faktor dasar dan faktor penyebab langsung. Faktor dasar yaitu faktor yang berasal dari diri pekerja seperti faktor individu dan faktor pekerjaan. Faktor dasar meliputi: usia, masa kerja, kebiasaan berolahraga, kebiasaan merokok dan jenis pekerjaan. Faktor penyebab langsung yaitu sikap kerja pekerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal pada pekerja overhaul di bagian mekanik turbin di PT PJB UPHT Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebesar 17 pekerja. Pengumpulan data meliputi usia, masa kerja, kebiasaan merokok, jumlah rokok yang dihisap, kebiasaan berolahraga, frekuensi berolahraga, durasi berolahraga, jenis pekerjaan dan sikap kerja. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah crosstabulation dan nilai korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat hubungan yang bervariasi antara faktor individu, faktor pekerjaan dan sikap kerja. faktor individu memiliki tingkat korelasi: Umur memiliki tingkat korelasi yang sangat kuat (r=0.835). Masa kerja memiliki tingkat korelasi sedang (r=0.369). Kebiasaan merokok memiliki tingkat korelasi lemah (r=0.019). Jmlah rokok yang dihisap memiliki tingkat korelasi lemah (r=0.217). Kebiasaan berolahraga memiliki tingkat korelasi lemah (r=0.106), frekuensi olahraga memiliki tingkat korelasi sedang (r=0.263) dan durasi olahraga memiliki tingkat korelasi sedang (r=0.365). Faktor pekerjaan yaitu jenis pekerjaan memiliki tingkat korelasi yang kuat (r=0.553). Sikap kerja memiliki tingkat korelasi yang lemah (r=0.233). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor dasar dan faktor penyebab langsung berhubungan dengan terjadinya keluhan musculoskeletal pada pekerja overhaul di bagian mekanik turbin. Sebaiknya pekerja dengan keluhan musculoskeletal tingkat tinggi ditempatkan pada pekerjaan yang tidak tinggi risiko ergonominya agar tidak memperparah keluhan musculoskeletal yang dapat dialami oleh pekerja, serta dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus bagi pekerja yang mengalami keluhan musculoskeletal tingkat tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.189.17 Vir f
Uncontrolled Keywords: Ergonomi, pekerja mekanik turbin, musculoskeletaldisorders
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
I’IN VIRADIANI, 101311133133UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDenny Ardyanto Wahyudiono, Dr. Y., Ir., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 06 Dec 2017 17:18
Last Modified: 06 Dec 2017 17:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61952
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item