HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN BIOLOGI DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN KEJADIAN MALARIA IMPORT DI KECAMATAN WATULIMO, KABUPATEN TRENGGALEK

ASEP PRASTIAWAN, 101311133078 (2017) HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN BIOLOGI DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN KEJADIAN MALARIA IMPORT DI KECAMATAN WATULIMO, KABUPATEN TRENGGALEK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM.192.17 Pra h - Abstrak.pdf

Download (42kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM.192.17 Pra h - Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 29 September 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Malaria menjadi penyakit dengan penyebaran paling luas di dunia. Tahun 2015 terdapat 212 juta kasus malaria dan 429.000 diantaranya meninggal dunia. Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam kejadian malaria pada daerah endemis. Lingkungan fisik, kimia, biologi, dan sosial budaya merupakan faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan biologi dan sosial budaya dengan kejadian malaria import di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 46 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi mobilitas (p=0,005) dengan kejadian malaria import, sedangkan keberadaan ternak (p=0,244), daerah tujuan (p=0,721), durasi tinggal (p=0,074), bidang pekerjaan (p=0,737), pengetahuan (p=0,190), sikap (p=0,336), tindakan (p=0,131), kebiasaan tidur di luar kamar atau rumah (p=0,346), aktivitas di luar pada malam hari (p=0,231), pemasangan kasa (p=0,608), penggunaan kelambu (p=1,000), penggunaan obat nyamuk (p=0,372), memakai baju dan celana panjang di malam hari (p=0,376), memakai baju dan celana panjang saat bekerja (p=0,737), memakai baju dan celana berwarna terang saat bekerja (p=1,000), dan pembekalan minum kemoprofilaksis malaria (p=0,549) tidak ada hubungan dengan kejadian malaria import. Berdasarkan uji regresi logistik terdapat pengaruh antara frekuensi mobilitas tinggi (OR=7,668; 95%CI: 1,334-44,059), durasi tinggal sebentar (OR=9,260; 95%CI: 1,202-71,338), pengetahuan kurang (OR=11,946; 95%CI: 1,433-99,624), dan tindakan kurang (OR=11,876; 95%CI: 1,781-79,170) dengan kejadian malaria import. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor mobilitas frekuensi tinggi ≥ 3 kali dan durasi tinggal singkat selama 1-2 bulan, serta pengetahuan dan tindakan pencegahan kurang dapat menyebabkan meningkatnya risiko kejadian malaria import di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Sebaiknya perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan tindakan masyarakat terhadap malaria dan pencegahannya dengan penyuluhan. Peningkatan pemberdayaan JMD, revitalisasi Posmaldes, penyediaan obat kemoprofilaksis malaria dan kelambu berinsektisida di tingkat desa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.192.17 Pra h
Uncontrolled Keywords: lingkungan biologi, lingkungan sosial budaya, malaria impor
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
ASEP PRASTIAWAN, 101311133078UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRirih Yudhastuti, Prof. Dr., drh., M.Sc.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 06 Dec 2017 17:25
Last Modified: 06 Dec 2017 17:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61960
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item