STIGMA KELUARGA YANG MEMILIKI ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA: SKIZOFRENIA

NURULLIA HANUM HILFIDA, 131211131024 (2016) STIGMA KELUARGA YANG MEMILIKI ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA: SKIZOFRENIA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
FKP N 136-17 Hil s Abstrak.pdf

Download (17kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKP N 136-17 Hil s Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 2 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stigma berpengaruh pada individu atau seluruh anggota keluarga. Stigma tidak hanya terjadi pada penderita gangguan jiwa akan tetapi keluarga juga mendapatkan dampaknya. Stigma keluarga adalah persepsi negatif, sikap, emosi, dan sikap menghindari ke keluarga oleh masyarakat sehingga menimbulkan konsekuensi yang dirasakan oleh keluarga baik secara emosional, sosial, interpersonal dan finansial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran stigma keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif pendekatan fenomenologis dengan Partisipan 8 orang dengan metode wawancara mendalam. Partisipan adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga gangguan jiwa dengan lama menderita minimal 1 tahun. Hasil: hasil penelitian ini didapatkan 23 tema yaitu sikap keluarga, persepsi keluarga, pengetahuan, jenis perawatan, sumber daya pendukung, kepatuhan terhadap aturan perawatan, upaya keluarga, respon kehilangan, beban keluarga, respon masyarakat, penyesuaian diri, stigma masyarakat, stigma keluarga, sikap masyarakat ke keluarga, beban keluarga, keretakan hubungan keluarga, gangguan aktivitas, status kesehatan, hubungan sosial, kesembuhan, menjalankan peran, tetap merawat, keyakinan, dan mewujudkan keinginan. Analisis: persepsi negatif oleh orang lain atau masyarakat, keluarga terhadap anggota keluarga gangguan jiwa masih dirasakan oleh keluarga yaitu sikap masyarakat menghindar ke keluarga dan keluarga merasakan malu kepada masyarakat dan membatasi hubungan sosial dengan lingkungannya. Persepsi negatif itulah yang dapat menjadikan stigma keluarga. Diskusi: Keluarga yang memiliki anggota keluarga gangguan jiwa merasakan stigma dari masyarakat. Konsekuensi stigma keluarga yang didapatkan dari penelitian ini bertambah konsekuensi finansial, merupakan sebuah beban bagi keluarga dalam memberikan perawatan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam tentang stigma keluarga yang memilki anggota keluarga gangguan jiwa dengan memperluas pengambilan data yang mendukung

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKP.N.136/17 Hil s
Uncontrolled Keywords: Stigma keluarga, Gangguan jiwa, Penelitian Kualitatif
Subjects: R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan
Creators:
CreatorsEmail
NURULLIA HANUM HILFIDA, 131211131024UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAh.Yusuf S, Dr. S.Kp., M.KesUNSPECIFIED
ContributorRR. Dian Tristiana, S.Kep., Ns., M.KepUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol2 2
Date Deposited: 07 Dec 2017 22:35
Last Modified: 07 Dec 2017 22:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62100
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item