HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KETERATURAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSU HAJI SURABAYA

PUTRI YUNIA FITRI, 101311133230 (2017) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KETERATURAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSU HAJI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Other (Abstrak)
FKM.214.17 Fit h - Abstrak.PDF

Download (191kB) | Preview
[img] Other (Fulltext)
FKM.214.17 Fit h - Sec.PDF
Restricted to Registered users only until 2 October 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang paling umum terjadi dan kejadian PJK meningkat di negara berkembang dengan pendapatan menengah dan rendah, salah satunya di Indonesia. Banyak penyebab oleh beberapa faktor risiko dari PJK, apabila terdapat kombinasi antara dua atau lebih dari faktor tersebut akan terjadi peningkatan risiko penyakit PJK. Aktivitas fisik dan keteraturan minum obat anti hipertensi diketahui dapat mencegah terjadinya PJK. Tujuan dari penelitian ini menganalisis hubungan aktivitas fisik dan keteraturan minum obat dengan kejadian penyakit jantung koroner di RSU Haji Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional desain case control study. Sampel penelitian 50 orang, diambil secara accidental sampling dengan populasi kontrol 25 orang dan populasi kontrol 25 orang. Pengumpulan data meliputi kuesioner aktivitas fisik dan kuesioner keteraturan minum obat anti hipertensi. Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan jenis aktivitas fisik dengan kejadian PJK (OR 6,01 dengan 95% CI = 1,451<OR<24,89), sedangkan durasi aktivitas fisik tidak terdapat hubungan dengan kejadian PJK(OR 2,33 dengan 95% CI = 0,6<OR<9,10), dan keteraturan minum obat anti hipertensi (OR 1,67 dengan 95% CI = 0,418<OR<6,68) tidak terdapat hubungan dengan kejadian PJK Kesimpulan dari penelitian ini rendahnya jenis aktivitas fisik dapat mengakibatkan risiko kejadian PJK. Sebaiknya perlu dilakukan pemberian penyuluhan melalui leaflet, poster, dan menampilkan gambar visual melalui televisi di ruang tunggu poli jantung terhadap pasien tentang pentingnya faktor risiko dan perawatan menjaga kesehatan jantung dengan melakukan aktivitas fisik tinggi seperti lari cepat dan berolahraga berat dan juga melihat durasi dengan rutin setiap hari/ minggu, lebih dari 10 menit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.214.17 Fit h
Uncontrolled Keywords: PJK, aktivitas fisik, keteraturan minum obat anti hipertensi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
PUTRI YUNIA FITRI, 101311133230UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSanti Martini, Dr.dr.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 10 Dec 2017 23:19
Last Modified: 10 Dec 2017 23:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62180
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item