HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT DIARE, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DAN PRAKTIK HIGIENE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMOLAWANG, SURABAYA

CHAMILIA DESYANTI, 101311233050 (2017) HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT DIARE, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DAN PRAKTIK HIGIENE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMOLAWANG, SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM. 278-17 Des h - abstrak.pdf

Download (116kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM. 278-17 Des h - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stunting pada anak merupakan dampak kronis dari konsumsi diet berkualitas rendah yang terus menerus dan didukung dengan penyakit infeksi dan masalah lingkungan. Pola asuh yang buruk, seperti praktik higiene dan riwayat pemberian ASI eksklusif akan berdampak kepada pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat penyakit diare, pemberian ASI eksklusif dan praktik higiene dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian kasus kontrol. Sampel kasus adalah balita stunting dan sampel kontrol adalah balita tidak stunting di wilayah kerja Puskesmas Simolawang dengan jumlah masing-masing 33. Variabel bebas terdiri dari riwayat penyakit diare, pemberian ASI Eksklusif, dan praktik higiene. Variabel terikat adalah kejadian stunting. Hubungan antara variabel bebas dan terikat diuji menggunakan Chi Square dan Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sosioekonomi (pendidikan ayah dan pendapatan keluarga) kelompok stunting lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok tidak stunting. Jumlah balita perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki dengan rata-rata usia 48-59 bulan. Faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting adalah riwayat penyakit diare (p=0,025; OR 3,619) dan praktik higiene (p=0,006; OR 4,808), sedangkan yang tidak berhubungan signifikan adalah riwayat pemberian ASI Eksklusif (p=0,277). Kesimpulan penelitian ini adalah riwayat penyakit diare dan praktik higiene memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Hal yang dapat disarankan adalah adanya pemantauan terkait riwayat penyakit infeksi pada balita oleh posyandu setempat dan diadakan penyuluhan terkait dengan pola asuh pada anak, khususnya praktik higiene, karena pola asuh yang baik dapat berdampak kepada status gizi yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 278-17 Des h
Uncontrolled Keywords: stunting, balita, penyakit diare, ASI Eksklusif, praktik higiene.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
CHAMILIA DESYANTI, 101311233050UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTriska Susila Nindya, , S.KM., M.PH. (Nutr.)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 11 Dec 2017 22:52
Last Modified: 11 Dec 2017 22:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62422
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item