Efektifitas premedikasi midazolam, ketamin dan kombinasinya per-rectal pada pasien pediatric umur 1-7 tahun di RSUD Dr. Soetomo

Dugis, Veronica Irene and Utariani, Arie (2013) Efektifitas premedikasi midazolam, ketamin dan kombinasinya per-rectal pada pasien pediatric umur 1-7 tahun di RSUD Dr. Soetomo. In: Buku Kumpulan Penelitian Departemen Anestesiologi dan Reanimasi. Departemen Anestesiologi dan Reanimasi, FK unair Surabaya, pp. 126-140. ISBN 978-602-98811-4-1

[img] Text (fullpaper)
karil3.EfektifitasPremediksioke.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (peerreview)
Peerreview3.efektifitas premedikas.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar Berakang: pengelolaan cemas pra operasi penting dilakukan dalam mengelola pasien mengingat cemas dapat mempengaruhi kondisi fisiologis maupun psikorogis baik pada pasien maupun orangtuanya. Pemberian premedikasi per-rectal cukup menguntungkan karena tidak invasif dan menyakiti anak. Dengan obat-obat yang bersifat sedasi, anti anxiolitik dan amnesia menggunakan midazoram, ketamin dan kombinasinya, diharapkan sedasi akan tercapai dengan baik, anak mudah dipisahkan dari orang tua dan pemasangan infus mudah dilakukan tanpa menyebabkan anak cemas dan ketakutan. Metode Penetitian: subyek adarah pasien yang menjarani operasi efektif dengan anestesi umum di GBPT RSUD Dr. Soetomo surabaya. setelah mendapat persetujuan dari Komite Etik, 30 pasien umur 1-7 tahun dengan status fisik ASA 1-2 yang memenuhi kriteria dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Tiga puluh menit sebelum operasi pasien diberikan premedikasi sesuai kerompoknya, yaitu kelompok midazoram 0,3mg/kg + SA 0,02 mg/kg, kelompok ketamin lO mg/kg + SA 0,02 mg/kg, dan kelompok kombinasi (midazolam O,2mglkg + ketamin Smg/kg + SA 0,02 mg/kg) per-rectal di ruang premedikasi, lalu dilakukan penilaian skor sedasi, skor cemas saat dipisahkan dari orang tua dan skor saat pasang infus tiap 5 menit, termasuk didalamnya tanda vital pasien dan efek samping obat. Hasir Peneritian: pada ketiga kerompok didapatkan skor sedasi seterah premedikasi sama pada menit ke S, 10, 15 dan 20. Begitu juga skor cemas saat pisah dari orang tua seterah prenredikasi sama pada menit ke 5' 10, 15 dan 20, dan skor saat pasang infus seterah premedikasi pada menit ke S, 10, 15 dan 20.iuga sarna. Tidak didapatkan perbedaan yang bennakna antar ketiga kerompok obat. Hasir evaruasi tiap 5 rnenit seterah prerredikasi menunjukan bahwa sedasi sudah mulai teriadi pada menit ke 5 dan sernakin baik pada menit ke_10, 10 dan 20. Sehingga saet masuk tahap pisah darl orang tuanya juga menjadi semakin cepat yaitu rata-rata pada rnenit ke_10 dan 15. Dan saat pasang infus rnenjadi lebih mudah pada menit ke_ 10, 15 dan 20. Selama observasi didapatkan satu sampel yang rnengalami kejang sebagai efek samping ketamrn. Kesimputan: Skor sedasi, skor cenEs saat dipisah dari orang Ua dan skor saat pasang infus antar ketiga kelompok penelitian tidak berbeda. Onset obat sudah dapat dilihat mulai menit ke S, 10, 15 dan pating lama 20. penggunaan midazolam, ketamin maupun kombinasinya memberikan efek sedasi, mengurangi cemas saat pisah dari orang tua dan ketakutan saat pasang infus.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: pediatri, premedikasi rectal, sedasi, cemas, midazolam, ketamin, efektivitas
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsEmail
Dugis, Veronica IreneUNSPECIFIED
Utariani, ArieUNSPECIFIED
Depositing User: Bayu Yulianti
Date Deposited: 03 Oct 2017 20:20
Last Modified: 03 Oct 2017 21:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62480
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item