KEABSAHAN PENGUASAAN HAK MILIK ATAS TANAH MILIK WARGA NEGARA INDONESIA OLEH WARGA NEGARA ASING YANG DILAKUKAN DENGAN AKTA NOTARIS

NI PUTU WIMA PURBORINI, S.H, 031514253039 (2017) KEABSAHAN PENGUASAAN HAK MILIK ATAS TANAH MILIK WARGA NEGARA INDONESIA OLEH WARGA NEGARA ASING YANG DILAKUKAN DENGAN AKTA NOTARIS. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (49kB) | Preview
[img] Text (full text)
Halaman Depan Wima.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2020.

Download (2MB)

Abstract

Hak Milik atas tanah merupakan hak yang paling istimewa dibandingkan dengan hak – hak atas tanah yang lainnya, sehingga banyak sekali orang yang ingin memiliki hak tersebut, salah satunya adalah dengan cara dibuatkan Akta oleh Notaris untuk mempermudah perolehan hak tersebut. Banyaknya tempat wisata yang sangat indah di kota Denpasar Bali serta kekayaan alam yang dimiliki oleh pulau tersebut membuat banyak wisatawan baik asing maupun mancanegara yang menjadikan tempat tersebut sebagai tempat untuk berwisata, sehingga pulau bali sangat dikenal oleh dunia. Namun saat ini banyak sekali Warga Negara Asing yang ingin memiliki kekayaan di Indonesia khususnya di pulau bali tersebut, karena selain memiliki nilai jual dalam pariwisata dunia, pulau bali juga memiliki peluang bisnis yang sangat baik untuk mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Namun Peraturan Hukum di Indonesia khususnya Undang – Undang Pokok Agraria dengan tegas mengatur bahwa Warga Negara Asing tidak boleh memiliki Hak Milik atas tanah di Indonesia sehingga banyak sekali penyelundupan hukum yang terjadi di Denpasar Bali yang bertujuan untuk agar Warga Negara Asing tersebut dapat memiliki tanah ataupun aset di Indonesia. Kepemilikan tanah di Indonesia oleh Warga Negara Asing dapat mengakibatkan kerugian bagi Warga Negara Indonesia, dikarenakan Warga Negara Asing dapat dengan mudah untuk membeli tanah di Indonesia berapapun harganya, sehingga akan mengakibatan kesejahteraan rakyat Indonesia menjadi kurang sejahtera. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini yaitu Pendekatan perundang-undangan (statute approach), Pendekatan konseptual (conceptual approach). Pendekatan Kasus (Case Aprroach). Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari Peraturan Perundang – undangan serta bahan hukum sekunder yang terdiri dari pendapat para ahli, jurnal, serta literatur – literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Warga Negara Asing tidak dapat memiliki Hak Milik atas tanah di Indonesia baik melalui cara apapun. Banyaknya penyelundupan hukum yang dilakukan oleh para pihak melalui akta yang dibuat oleh notaris mengakibatkan tanah akta tersebut batal demi hukum. selain itu akta notaris bukanlah tanda bukti kepemilikan yang sah suatu tanah hak milik, karena yang menjadi tanda bukti hak yang sah adalah sertipikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 68/17 Pur k
Uncontrolled Keywords: Hak Milik, Warga Negara Asing, Akta Notaris
Subjects: K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
NI PUTU WIMA PURBORINI, S.H, 031514253039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Hajati, Prof. Dr. , S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 03 Oct 2017 22:16
Last Modified: 03 Oct 2017 22:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62518
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item