HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF MSDs PADA PEKERJA INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DI SIDOARJO

AULIA TJAHAYUNINGTYAS, 101311133189 (2017) HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF MSDs PADA PEKERJA INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DI SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM. 300-17 Tja h - abstrak.pdf

Download (23kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM. 300-17 Tja h - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

MSDs (musculoskeletal disorder) merupakan keluhan seseorang pada bagian sistem skeletal akibat kerusakan pada bagian sendi, ligamen maupun otot akibat dari posisi tubuh yang tidak alamiah atau janggal maupun tubuh menerima beban statis dalam waktu yang cukup lama. Keluhan ini biasanya dirasakan seseorang mulai dari ringan hingga terasa sangat sakit. Kegiatan di industri pembuatan Tahu merupakan salah satu jenis pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan kekuatan otot karena dilakukan dengan posisi kerja membungkuk, menjangkau, memuntirkan badan, dan mengangkat atau memindahkan barang dalam posisi yang tidak ergonomis secara berulang dengan posisi berdiri dalam waktu yang cukup lama, sehingga pekerja memiliki risiko yang besar terjadinya keluhan MSDs. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis posisi kerja dan beban kerja dengan keluhan subjektif MSDs pada pekerja di industri pembuatan Tahu di Sidoarjo. Penelitian ini bersifat analitik-observasional dengan desain penelitian cross sectional. Data diperoleh dengan observasi, kuisioner, maupun wawancara kepada 38 pekerja industri pembuatan Tahu di Sidoarjo. Metode yang digunakan untuk menilai posisi kerja adalah OWAS (Ovako Working Analysis System), beban kerja berdasarkan tingkat kebutuhan kalori menurut pengeluaran energi, sedangkan data keluhan MSDs dianalisis dengan menggunakan metode NBM (Nordic Body Map). Data yang telah diperoleh dianalaisis dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja (p=0,000) dengan keluhan subjektif MSDs dan tidak ada hubungan antara posisi kerja (p=0,864) dengan keluhan subjektif MSDs. Sedangkan berdasarkan tingkat keluhan MSDs, sebagian besar pekerja merasakan keluhan pada bagian pergelangan tangan tangan kanan (86%) dan kaki kanan (68%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban kerja memiliki hubungan dengan keluhan MSDs, semakin tinggi beban kerja yang dialami pekerja maka keluhan MSDs akan meningkat. Upaya yang dapat dilakukan agar keluhan tidak semakin meningkat adalah dengan melakukan peregangan otot disela-sela melakukan pekerjaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 300-17 Tja h
Uncontrolled Keywords: posisi kerja, beban kerja, keluhan MSDs
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
AULIA TJAHAYUNINGTYAS, 101311133189UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTri Martiana, Prof. Dr., dr., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 18 Dec 2017 20:29
Last Modified: 18 Dec 2017 20:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62531
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item