HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-23 BULAN (DI PUSKESMAS SUKOMULYO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK)

ENGGAR KARTIKA DEWI, 101311233012 (2017) HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-23 BULAN (DI PUSKESMAS SUKOMULYO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM. 301-17 Dew h - abstrak.pdf

Download (34kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM. 301-17 Dew h - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang buruk berdampak pada status gizi anak yang berlangsung selama dua tahun pertama kehidupan. Praktik pemberian MP-ASI meliputi usia pemberian, jenis, tekstur, frekuensi pemberian, kecukupan gizi dan keragaman pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi anak usia 6-23 bulan di Puskesmas Sukomulyo. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian studi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Besar sampel yaitu sebesar 55 anak, diambil dengan multistage random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KAP, recall 3x24h dan dietary diversity score. Analisis data yang digunakan adalah Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,7% anak mengalami gizi kurang, 14,5% anak mengalami stunting, 29,4% anak diberi MP-ASI saat berusia <6 bulan, 20,6% anak memiliki tingkat asupan karbohidrat inadekuat, 26,1% anak memiliki tingkat protein inadekuat, 33,3% anak memiliki tingkat asupan zat besi inadekuat, 35,7% memiliki tingkat asupan seng inadekuat dan 28% anak diberi makanan yang tidak beragam. Hasil uji analisis menunjukkan terdapat hubungan usia pemberian MP-ASI (p = 0,024), tingkat asupan karbohidrat (p = 0,036) dan protein (p = 0,017) dengan gizi kurang, sedangkan tingkat asupan zat besi (p = 0,011), seng (0, 02), dan makanan beragam (p = 0,018) memiliki hubungan dengan stunting. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proporsi gizi kurang akan meningkat jika anak diberikan MP-ASI saat berusia <6 bulan, tingkat asupan karbohidrat dan protein yang inadekuat. Selanjutnya proporsi stunting juga akan meningkat jika anak diberikan asupan zat besi, seng yang inadekuat, dan makanan yang tidak beragam. Sebaiknya dilakukan peningkatan edukasi tentang praktik pemberian makan anak dengan tepat yang bertujuan untuk mengurangi angka gizi kurang dan stunting.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 301-17 Dew h
Uncontrolled Keywords: MP-ASI, Praktik Pemberian Makan, Status Gizi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
ENGGAR KARTIKA DEWI, 101311233012UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTriska Susila Nindya, , S.KM., M.PH. (Nutr.)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 18 Dec 2017 20:41
Last Modified: 18 Dec 2017 20:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62533
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item