HUBUNGAN FAKTOR INSTRINSIK, KIMIA, DAN MEKANIK PADA PASIEN TERPASANG KATETER INTRAVENA DENGAN KEJADIAN PLEBITIS DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA

NELLA MEGA FADHILAH HARITYA AKBAR, 101311133022 (2017) HUBUNGAN FAKTOR INSTRINSIK, KIMIA, DAN MEKANIK PADA PASIEN TERPASANG KATETER INTRAVENA DENGAN KEJADIAN PLEBITIS DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM. 302-17 Akb h - abstrak.pdf

Download (23kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM. 302-17 Akb h - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Terapi intravena merupakan pemasangan alat invasif kedalam pembuluh darah selama pasien menjalani masa perawatan dirumah sakit. Salah satu komplikasi pemberian terapi intravena adalah plebitis. Plebitis dapat menurunkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. Angka kejadian plebitis di beberapa ruangan RSU Haji Surabaya belum mencapai standar ketetapan Intravenous Nurse Society sebesar 5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan faktor instrinsik, kimia dan mekanik pada pasien terpasang kateter intravena dengan kejadian plebitis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan case control. Subyek kelompok kasus sebanyak 45 pasien yang terdiagnosa plebitis pada bulan Januari sampai dengan April tahun 2017 dan kelompok kontrok sebanyak 45 pasien yang tidak terdiagnosa plebitis pada bulan Januari sampai dengan April tahun 2017. Pengambilan sampel baik kelompok kasus dan kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat lembar konfirmasi plebitis dan rekam medis pasien pada bulan Januari sampai dengan April tahun 2017. Uji statistik menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada kaitan antara jenis kelamin pasien (p = 0,002), umur (p = 0,003), status nutrisi (p = 0,003), riwayat penyakit penyerta (p = 0,000), lama hari rawat (p = 0,003), lama hari pemasangan (p =0,001), jenis cairan (p = 0,001), jenis obat (0,001), ukuran kanula (0,006), lokasi insersi (0,003), dengan kejadian plebitis, sedangkan jenis fiksasi (0,091) tidak berkaitan dengan kejadian plebitis di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada faktor instrinsik terdapat kaitan antara jenis kelamin pasien, umur, status nutrisi, riwayat penyakit penyerta, lama hari rawat, dan lama hari pemasangan dengan kejadian plebitis, pada faktor kimia terdapat kaitan antara jenis cairan dan jenis obat dengan kejadian plebitis, dan pada faktor mekanik terdapat kaitan antara ukuran kanula dan lokasi insersi sedangkan jenis fiksasi tidak berkaitan dengan kejadian plebitis. Sehingga perlu dilakukan peninjauan kembali dan observasi secara berkelanjutan mengenai keadaan kateter intravena terutama bagi pasien dengan risiko tinggi yaitu pasien usia lanjut, malnutrisi, pasien dengan riwayat penyakit penyerta, hari perawatan dan pemasangan lebih lama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 302-17 Akb h
Uncontrolled Keywords: MP-ASI, Praktik Pemberian Makan, Status Gizi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NELLA MEGA FADHILAH HARITYA AKBAR, 101311133022UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Atoillah Isfandiari, , dr., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 18 Dec 2017 20:43
Last Modified: 18 Dec 2017 20:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62535
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item