KUALITAS UDARA PM2,5 DAN HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN SINDROMA MATA KERING PADA PEKERJA PENGRAJIN BATU BATA

NUR ROHMAWATI, 101311133177 (2017) KUALITAS UDARA PM2,5 DAN HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN SINDROMA MATA KERING PADA PEKERJA PENGRAJIN BATU BATA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM. 306-17 Roh k - abstrak.pdf

Download (17kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM. 306-17 Roh k - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mata kering adalah penyakit multifaktorial dari permukaan mata yang mengakibatkan gejala ketidaknyamanan, gangguan visual dan ketidakstabilan film air mata dengan potensi kerusakan pada permukaan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara PM2,5 dan hubungan perilaku terkait pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap kejadian sindroma mata kering pada pekerja pengrajin batu bata di Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot Nganjuk tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini 42 pekerja pengrajin batu bata, diambil secara acak dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dengan cara wawancara, pengukuran kadar PM2,5 menggunakan EPAM 5000 dan pemeriksaan mata kering secara subyektif menggunakan kuesioner OSDI dan secara obyektif menggunakan Schirmer Test Strips. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil pengukuran kadar PM2,5 di tempat pembakaran batu bata, menunjukkan semua kadar rata-rata melebihi baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2011 sebesar (0,065 mg/m3). Berdasarkan pemeriksaan obyektif 47,6% pekerja mengalami sindroma mata kering dan 71,4% menurut pemeriksaan subyektif. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan kejadian sindroma mata kering pada pekerja pengrajin batu bata Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar debu PM2,5 di lokasi tempat pembakaran batu bata melebihi ambang batas. Sebagian besar pekerja mengalami sindroma mata kering. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan kejadian sindroma mata kering. Pada pekerja pengrajin batu bata sebaiknya menggunakan kacamata pada saat melakukan pembakaran batu bata untuk mengurangi penguapan air mata secara berlebih dan iritasi mata, sehingga kejadian mata kering dapat berkurang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 306-17 Roh k
Uncontrolled Keywords: Pekerja batu bata, perilaku, PM2,5, sindroma mata kering
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NUR ROHMAWATI, 101311133177UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRetno Adriyani, , S.T., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 18 Dec 2017 21:04
Last Modified: 18 Dec 2017 21:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62545
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item