ANALISIS SURVIVAL UNTUK MENGETAHUI KEJADIAN KEKAMBUHAN KEMBALI (RELAPS) PENYALAGUNAAN NARKOBA

KARDITA PUSPA MONITASARI, 101311133052 (2017) ANALISIS SURVIVAL UNTUK MENGETAHUI KEJADIAN KEKAMBUHAN KEMBALI (RELAPS) PENYALAGUNAAN NARKOBA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ARILANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FKM. 307-17 Mon a - abstrak.pdf

Download (28kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FKM. 307-17 Mon a - sec.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Analisis Survival digunakan untuk menganalisis waktu kejadian (time to event analysis), di mana waktu sampai terjadinya suatu event yang diinginkan disebut survival time atau failure time. Waktu dapat dinyatakan dalam tahun, bulan, minggu, atau hari dari awal mula dilakukan studi atau pengamatan pada seseorang individu sampai suatu peristiwa terjadi pada individu tersebut. Relapse atau kekambuhan berarti individu secara utuh kembali pada pola adiksinya atau kembali pada penyimpangan perilakunya pada saat mereka telah sembuh. Relapse juga berarti penggunaan atau penyalahgunaan zat setelah individu menjalani proses rehabilitasi secara fisik dan psikis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian kekambuhan kembali (relaps). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan total populasi sebesar 30 orang responden yang masih menjalani rehabilitasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah cox regression. Hasil penelitian ini menenunjukan besar resiko terhadap kekambuhan kembali (relaps) pada variabel tingkat pengetahuan (2) memiliki resiko sebesar 41,26 kali lebih besar memiliki resiko relaps dibandingkan dengan tingkat pengetahuan 1 yakni sebesar 0,621. Variabel sikap (2) memiliki resiko sebesar 0,31 kali lebih kecil memiliki resiko relaps dibandingkan dengan sikap (1) yakni sebesar 0,74, sedangkan pada variabel lingkungan teman sebaya (2) memiliki resiko sebesar 3,31 kali lebih besar memiliki resiko relaps dibandingkan dengan lingkungan teman sebaya yakni sebsesar 1,45. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 3 faktor yang mempengaruhi kejadian kekambuhan kembali. pengetahuan memiliki resiko paling besar untuk seorang pecandu mengalami kekambuhan kembali (relaps) penyalagunaan kembali. Sebaiknya perlu di tambah pemahaman terhadap narkotika. Sarannya adanya perhatian lebih terhadap pecandu narkoba yang telah selesai menjalani rehabilitasi agar tidak terjadi kekambuhan kembali (relaps)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 307-17 Mon a
Uncontrolled Keywords: survival, cox regression, narkotika, kekambuhan kembali (relaps)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
KARDITA PUSPA MONITASARI, 101311133052UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDiah Indriani, Dr., S.Si., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email binkol@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 18 Dec 2017 21:05
Last Modified: 18 Dec 2017 21:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62547
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item