KEABSAHAN PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH YANG DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH PROVINSI ATAS OBYEK YANG TERLETAK DI KABUPATEN YANG MENGALAMI PEMEKARAN

RACHMATIA ADONARA KOREBIMA, 031514253052 (2017) KEABSAHAN PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH YANG DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH PROVINSI ATAS OBYEK YANG TERLETAK DI KABUPATEN YANG MENGALAMI PEMEKARAN. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (91kB) | Preview
[img] Text (full text)
TESIS.pdf
Restricted to Registered users only until 5 October 2020.

Download (1MB)

Abstract

Pembentukan daerah pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Sehingga pembentukan suatu daerah harus memperhatikan berbagai aspek pendukung pengembangan daerah terutama aspek sumber daya alam atau sumber ekonomi suatu daerah dan sumber daya manusia yang akan mengelolanya. pemanfaatan barang milik daerah adalah untuk mengoptimalisasi pemanfaatan barang milik daerah untuk mendorong peningkatan penerimaan daerah.Pendayagunaan Barang milik daerah dilakukan melalui bentuk bentuk pemanfaatan yaitu, sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, Bangun Guna serah, dan bangun serah guna. Perjanjian Bangun Guna Serah merupakan Salah satu bentuk perjanjian antara pemilik Proyek (Pemerintah) dengan pihak lain sebagai operator atau pelaksana proyek. Perjanjian BOT merupakan salah satu Bentuk Perjanjian tidak bernama karena tidak diatur secara tegas dalam BW dan merupakan Perjanjian yang lahir dari Perkembangan kebiasaan dari Masyarakat sebagai wujud dari penerapan asas kebebasan berkontrak yang diatur dalam pasal 1333 BW. Obyek daeri perjanjian bangun guna serah adalah Hak atas Tanah sehingga salah satu pihaknya adalah pihak Pemegang Hak atas tanah. Dalam Perjanjian Bangun Guna serah yang dilakukan oleh Pemerintah Keabsahan Perjanjian BOT tidak hanya diukur dari ketentuan pasal 1320BW, aspek dari Hukum administrasi juga perlu di pertimbangkan. Adanya unsur hukum publik mengimplikasikan bahwa keabsahan suatu perjanjian BOT haruslah juga diukur dari ketentuan perundang-undangan yang terkait sehingga menyebabkan para pihak tidak sepenuhnya dapat menerapkan asas kebebasan berkontrak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 79/17 Kor k
Uncontrolled Keywords: Perjanjian, Bangun Guna Serah,Tanah, Pemerintah Daerah
Subjects: K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
RACHMATIA ADONARA KOREBIMA, 031514253052UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorY. Sogar Simamora, Prof. , S.H., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 04 Oct 2017 17:18
Last Modified: 04 Oct 2017 17:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62597
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item