MANAJEMEN PEMBESARAN KERAPU TIKUS (Chromileptes altivelis) DI KARAMBA JARING APUNG DI BALAI BUDIDAYA LAUT LOMBOK, SEKOTONG

AYSHA REINA KARTIKA SARI, 141311133220 (2017) MANAJEMEN PEMBESARAN KERAPU TIKUS (Chromileptes altivelis) DI KARAMBA JARING APUNG DI BALAI BUDIDAYA LAUT LOMBOK, SEKOTONG. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
PKL.PK.BP.85-17 Sar m ABSTRAK.pdf

Download (162kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL.PK.BP.85-17 Sar m LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Registered users only until 5 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan badut (Amphiprion ocellaris) dikenal sebagai ikan hias berukuran kecil. Ciri khas ikan badut memiliki warna cerah, tubuh lebar (tinggi), dan dilengkapi dengan mulut yang kecil. Sisiknya relatif besar dengan sirip dorsal yang unik. Pola warna pada ikan ini sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi mereka, disamping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh. Variasi warna dapat terjadi pada spesies yang sama, khususnya berkenaan dengan lokasi sebarannya (Mebs, 2009). Tujuan Praktek Kerja Lapang ini adalah mempelajari secara langsung teknik pemijahan ikan badut. Praktek Kerja Lapang telah dilaksanakan di Balai Besar Perairan Budidaya Laut Lombok. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 18 Januari 2016 sampai tanggal 18 Februari 2016. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan partisipasi aktif. Hasil observasi, wawancara dan partisipasi aktif didapatkan teknik pemijahan ikan badut di BBPBL Sekotong Lombok melalui beberapa tahap. Pertama, diawali dengan persiapan wadah yang telah dicuci hingga bersih. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi induk menggunakan parameter ukuran tubuh ikan. Penjodohan terjadi sekitar 2-3 minggu setelah itu induk ikan badut dapat memijah. Telur yang telah dibuahi akan menempel pada substrat yang setelah 7 hari akan dipindahkan pada bak larva.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL.PK.BP.85/17 Sar m
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Manajemen Kesehatan Ikan & Budidaya Perikanan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AYSHA REINA KARTIKA SARI, 141311133220UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorGunanti Mahasri, Dr., Ir., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 04 Oct 2017 23:52
Last Modified: 04 Oct 2017 23:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/62718
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item