PEMBUATAN NANOFIBER POLIKAPROLAKTONKOLAGEN DENGAN TEKNIK ELECTROSPINNING MENGGUNAKAN PELARUT KLOROFORM/ASAM FORMAT DAN APLIKASINYA SEBAGAI KANDIDAT WOUND DRESSING SECARA IN VITRO

TRI PRASETYO ARMEDYA, 081311533072 (2017) PEMBUATAN NANOFIBER POLIKAPROLAKTONKOLAGEN DENGAN TEKNIK ELECTROSPINNING MENGGUNAKAN PELARUT KLOROFORM/ASAM FORMAT DAN APLIKASINYA SEBAGAI KANDIDAT WOUND DRESSING SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
MPK 79-17 Arm p Abstrak.pdf

Download (102kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
MPK 79-17 Arm p Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 11 October 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan nanofiber PCL-kolagen dengan komposisi 10% b/v menggunakan pelarut campuran kloroform dan asam format. PCL dilarutkan dalam kloroform sedangkan kolagen dilarutkan dalam asam format. Pada proses electrospinning dilakukan optimasi flow rate, waktu running, dan jenis kolektor untuk memperoleh nanofiber yang optimum dan sesuai untuk diaplikasikan sebagai wound dressing. Berdasarkan hasil optimasi yang dilakukan pada penelitian ini, nanofiber PCL-kolagen yang paling optimum dibuat dengan flow rate 0.01 μL/jam, waktu running selama 3 jam, dan menggunakan jenis kolektor silinder. Karakterisasi dilakukan untuk lima macam membran nanofiber PCL-kolagen dengan variasi treatment yang berbeda yaitu, nanofiber yang dibuat dengan kolektor silinder, kolektor flat, penambahan agen crosslinker dengan asam sitrat dan pemberian pemanasan, serta nanofiber PCL tanpa penambahan kolagen. Nanofiber PCL-kolagen menghasilkan diameter lebih kecil sekitar 200 – 600 nm. Berdasarkan uji sifat mekanik, penambahan kolagen menyebabkan sifat mekanik membran menjadi lebih rendah bila dibandingkan pemberian crosslinking dengan pemanasan atau penambahan asam sitrat. Uji sitotoksisitas dalam penelitian ini dilakukan pada nanofiber PCL, PCL-kolagen dengan penambahan asam sitrat, dan PCL-kolagen yang diberi perlakuan pemanasan. PCL dipilih untuk membandingkan pengaruh penambahan kolagen pada nanofiber terhadap viabilitas sel. Kolagen memiliki peran yang penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan diferensiasi sel dalam kultur jaringan. Nanofiber PCL-kolagen yang diberikan treatment dengan pemanasan memberikan %viabilitas yang lebih baik sebesar 83.09% bila dibandingkan nanofiber yang ditambahkan crosslinker asam sitrat, karena pengaruh asam sitrat yang bersifat asam menyebabkan lingkungan di sekitar membran memiliki pH ekstrem sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan sel dan mengurangi viabilitasnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPK.79/17 Arm p
Uncontrolled Keywords: Nanofiber, polikaprolakton, kolagen, electrospinning, wound dressing, MTT Assay
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Kimia
Creators:
CreatorsEmail
TRI PRASETYO ARMEDYA, 081311533072UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Zakki Fahmi, M.Si., P.hD.UNSPECIFIED
ContributorYanuardi Raharjo, S.Si., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol2 2
Date Deposited: 14 Dec 2017 23:08
Last Modified: 14 Dec 2017 23:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63296
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item