MEKANISME PERBAIKAN JARINGAN MUKOSA MAKSILA YANG TERINFEKSI MUKORMIKOSIS PADA PENCABUTAN GIGI SETELAH PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK (Penelitian Eksperimental Laboratoris pada Cavia cobaya)

FANNY MARGARETHA LAIHAD, 011217017329 (2016) MEKANISME PERBAIKAN JARINGAN MUKOSA MAKSILA YANG TERINFEKSI MUKORMIKOSIS PADA PENCABUTAN GIGI SETELAH PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK (Penelitian Eksperimental Laboratoris pada Cavia cobaya). Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Dis.K.11.17 . Lai.m - ABSTRAK.pdf

Download (149kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Dis.K.11.17 . Lai.m - SEC.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Objektif : Infeksi mukormikosis merupakan kasus jarang, invasif tetapi fatal yang dipicu pencabutan gigi yang terbanyak di maksila, menyebabkan kerusakan pada jaringan mukosa gingiva. Terdapat satu kasus yang diduga infeksi mukormikosis pada pencabutan gigi di rumah sakit TNI-AL dr Ramelan Surabaya pada tahun 2001 yang memberikan reaksi positif setelah pemberian terapi oksigen hiperbarik (OHB) tetapi mekanisme perbaikan jaringan mukosa maksila oleh OHB pada infeksi mukormikosis sampai saat ini masih belum jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme perbaikan jaringan mukosa maksila yang rusak akibat infeksi mukormikosis pada pencabutan gigi setelah pemberian terapi oksigen hiperbarik melalui ekspresi dari Hsp-72, SOD, Katalase, VEGF-A, MMP-8 dan ketebalan Kolagen. Material dan metode: Jenis penelitian ini adalah true experimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design dengan menggunakan 34 marmut (cavia cobaya) jantan, berusia 3-4 bulan dengan berat badan 300-400 gram. Marmut secara random allocation dibagi menjadi 6 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol, 1 kelompok cabut gigi dan 4 kelompok perlakuan. Dua kelompok diinjeksiksn Jamur rhizopus oryzae strain CBS 110.17 , 106 CFU/ml sebesar 0,3 ml kemudian cabut gigi . Dua kelompok yang lain cabut gigi dulu kemudian diinjeksi jamur. Empat kelompok perlakuan dibagi dengan yang non OHB dan yang diberi terapi OHB dengan dosis 2,4 ATA 3 x 30 menit, satu sesi selama 5 hari dan . Pemeriksaan imunohistokimia dilakukan untuk melihat ekspresi dari Hsp-72, SOD, Katalase, VEGF-A dan MMP-8 sedangkan untuk ketebalan kolagen dilakukan pemeriksaan hematoksilin eosin. Hasil:Terapi OHB meningkatkan ekspresi Hsp-72, SOD, Katalase, VEGF-A dan menurunkan ekspresi MMP-8, serta meningkatkan ketebalan kolagen. Kesimpulan : Terapi oksigen hiperbarik 2,4 ATA, 3x30’ , satu sesi selama 5 hari terbukti secara signifikan memperbaiki jaringan mukosa maksila yang rusak akibat infeksi mukormikosis pada pencabutan gigi yang mekanisme perbaikannya melalui peningkatan ekspresi Hsp-72, ekspresi SOD, ekspresi katalase, ekspresi VEGF-A, penurunan ekspresi MMP-8 dan peningkatan ketebalan kolagen.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis.K.11/17 Lai m
Uncontrolled Keywords: Mukormikosis; Oksigen Hiperbarik; Pencabutan Gigi.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsEmail
FANNY MARGARETHA LAIHAD, 011217017329UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI Ketut Sudiana, Prof., Dr., Drs., MSiUNSPECIFIED
ContributorM. Guritno Suryokusumo, Dr., dr, SMHS, DEAUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 27 Dec 2017 18:07
Last Modified: 18 Jan 2018 19:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63314
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item