PENGARUH PENAMBAHAN RECOMBINANT GROWTH HORMONE Ephinephelus lanceolatus (rEIGH) TERHADAP PERKEMBANGAN BERUDU KATAK LEMBU (Rana catesbeiana shaw)

ANITA SOFIYANA, 141211132026 (2017) PENGARUH PENAMBAHAN RECOMBINANT GROWTH HORMONE Ephinephelus lanceolatus (rEIGH) TERHADAP PERKEMBANGAN BERUDU KATAK LEMBU (Rana catesbeiana shaw). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK PK BP 137-17 Sof p-Abstrak.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK PK BP 137-17 Sof p.pdf
Restricted to Registered users only until 11 October 2020.

Download (850kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Katak merupakan salah satu komoditas perikanan yang diekspor. Sejak lama katak dikenal sebagai salah satu makanan lezat dan memiliki banyak manfaat, sehingga membuat permintaan ekspor katak semakin meningkat. Budidaya katak di Indonesia telah berkembang di beberapa daerah. Usaha pembesaran katak lembu memiliki beberapa faktor pembatas, salah satunya ketersediaan benih. Upaya peningkatan produksi katak lembu perlu didukung dengan usaha pembenihan secara baik. Masalah utama dalam usaha pembenihan yaitu metamorfosis dari berudu hingga katak muda (percil) yang memerlukan waktu yang lama, sehingga persediaan benih terbatas, ukuran tidak seragam, dan tidak dapat memenuhi permintaan saat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rEIGH terhadap perkembangan berudu hingga percil katak lembu (Rana catesbeiana Shaw), serta mengetahui dosis optimal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan katak lembu. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu salah satu tindakan yang dibatasi dengan nyata dan dapat dianalisis hasilnya. Perkembangan metamorfosis pada P3 dari berudu hingga menjadi percil membutuhkan waktu 49 hari pemeliharaan, sedangkan pada perlakuan yang lain berudu belum berubah sempurna menjadi percil. Hasil analisis data laju pertumbuhan spesifik berudu katak lembu didapatkan berdasarkan uji ANOVA, hasil pertumbuhan berudu memiliki perbedaan yang nyata (P <0,05). Uji ANOVA dilanjutkan menggunakan uji jarak Duncan (Duncan Multiple Range), diperoleh hasil pertumbuhan berudu pada P3 tidak berbeda nyata dengan P1, P2, P4, sedangkan pada P0 berbeda nyata dengan perlakuan P3, P1, P2, P4.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 137-17 Sof p
Uncontrolled Keywords: Hormone Ephinephelus lanceolatus (rEIGH); Bull Frog Tadpoles (Rana catesbeiana Shaw).
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
ANITA SOFIYANA, 141211132026UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorJuni Triastuti, SPi., M.SiUNSPECIFIED
ContributorEpy Muhammad Luqman, M.Si., Drh.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 10 Oct 2017 23:19
Last Modified: 10 Oct 2017 23:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63430
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item