HUBUNGAN APOPTOSIS, EKSPRESI CATALASE, HEAT SHOCK PROTEIN 70, CYTOKERATIN 19 DAN PHOSPHATIDYLINOSITOL TRIPHOSPHATE DENGAN KEJADIAN RESISTENSI KANKER SERVIKS YANG DILAKUKAN RADIOTERAPI

POEDJO HARTONO, 090970139 (2015) HUBUNGAN APOPTOSIS, EKSPRESI CATALASE, HEAT SHOCK PROTEIN 70, CYTOKERATIN 19 DAN PHOSPHATIDYLINOSITOL TRIPHOSPHATE DENGAN KEJADIAN RESISTENSI KANKER SERVIKS YANG DILAKUKAN RADIOTERAPI. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Dis.K.40.17 . Har.h - ABSTRAK.pdf

Download (29kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Dis.K.40.17 . Har.h - SEC.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Banyaknya kasus kanker serviks yang datang dalam stadium lanjut masih menjadi masalah di negara berkembang seperti Indonesia. Dengan radioterapi sebagai terapi utamanya, ternyata banyak kasus resistensi yang tidak memberikan respon baik bahkan kekambuhan. Radiosensitivitas bergantung subpopulasi sel yang resisten. Dengan mengetahui indikator dari sel radioresisten diharapkan dapat diketahui bagaimana suatu resistensi terjadi untuk membuka jalan evaluasi dan terapi kanker serviks radioresisten yang lebih baik. Tujuan : Mengetahui hubungan resistensi kanker serviks terhadap radioterapi, melalui kajian apoptosis, catalase (CAT), heat shock protein (Hsp) 70, cytokeratin (CY) 19 dan Phosphatidylinositol Triphosphate (PIP3). Metode : Penelitian analitik observasional, cross sectional dilakukan pada 40 pasien kanker serviks stadium IIB-III yang mendapat radioterapi eksterna 35 kali dan terbagi menjadi 20 sampel radioresisten dan radiosensitif. Resistensi radioterapi dinilai dari evaluasi klinis dengan konfirmasi histopatologi sel kanker 3 bulan setelah radioterapi terakhir. Biopsi serviks dilakukan untuk melihat sel apoptosis, ekspresi CAT, Hsp70, CY19 dan PIP3 secara imunohistokimia. Hasil : Dari 40 pasien didapatkan usia rerata 50,93 tahun dengan jenis histopatologi squamous sebanyak 60 %, Didapatkan perbedaan antara resistensi radioterapi dengan jenis patologi anatomi (p=0,01), namun tidak didapatkan perbedaan dengan umur (p=0,95) dan stadium (p=0,57). Didapatkan sel apoptosis lebih rendah disertai ekspresi CAT, Hsp70, CY19 dan PIP3 yang lebih tinggi secara signifikan (p<0,001) pada kanker serviks radioresisten dibandingkan radiosensitif. Dari analisis diskriminan kelima variabel, semuanya dapat dijadikan indikator sensitivitas radioterapi dengan ekspresi PIP3 yang paling dominan dan Hsp70 yang paling kecil peranannya. Kesimpulan : Didapatkan sel apoptosis lebih rendah dengan ekspresi CAT, Hsp70, CY19 dan PIP3 yang lebih tinggi pada kanker serviks radioresisten.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis.K.40/17 Har h
Uncontrolled Keywords: Kanker serviks, radioterapi, radioresisten
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
POEDJO HARTONO, 090970139UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSuhatno, Prof., dr., SpOG(K)UNSPECIFIED
ContributorJuliati Hood Alsegaf, Prof. Dr., dr., MS, SpPA(K), FIAUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 27 Dec 2017 18:19
Last Modified: 18 Jan 2018 21:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63562
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item