MEKANISME KEMATIAN SEL AKIBAT PAJANAN MEDAN LISTRIK ENERGI LEMAH DENGAN FREKUENSI MENENGAH (Penelitian Eksperimental In Vitro Alat ECCT Pada Kultur Sel Hela, Kanker Rongga Mulut dan Mesenkim Sumsum Tulang)

SAHUDI, 090970134 (2015) MEKANISME KEMATIAN SEL AKIBAT PAJANAN MEDAN LISTRIK ENERGI LEMAH DENGAN FREKUENSI MENENGAH (Penelitian Eksperimental In Vitro Alat ECCT Pada Kultur Sel Hela, Kanker Rongga Mulut dan Mesenkim Sumsum Tulang). Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kontroversi alat terapi kanker ECCT yang menggunakan medan listrik bertegangan rendah dengan frekuensi menengah. Tujuan Penelitian. Membuktikan adanya peningkatan prosentase kematian sel yang diberi pajanan ECCT, serta mengungkap mekanisme patologi molekulernya. Metode Penelitian. Penelitian ini adalah eksperimental laboratorik in vitro, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (Completely Randomized Block Design), bertujuan untuk mengetahui efek pajanan medan listrik voltase rendah, dengan frekuensi menengah dari alat ECCT. Tiga macam kultur sel kanker yang digunakan dalam penelitian ini adalah sel Hela, sel Kanker Rongga Mulut, dan sel Mesenkim Sumsum Tulang. Ketiganya dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing 8 replikasi, yakni kelompok perlakuan yang akan dipajan dengan ECCT selama 24 jam, dan kelompok kontrol. Sel hidup dan sel mati dihitung dengan menggunakan pewarnaan Tryphan Blue, serta diperiksa ekspresi protein TubulinA, Cyclin B, p53, dan Ki-67. Hasil Penelitian. Dari penelitian ini didapatkan kelompok sel yang diberikan pajanan ECCT menujukkan jumlah dan prosentase kematiansel yang lebih banyak secara bermakna dibanding dengan kelompok kontrol, terjadi baik pada sel kanker maupun sel non kanker. Terhadap viabilitas sel, ECCT menurunkan jumlah sel kanker hidup secara bermakna, sedangkan pada kultur sel nonkanker, yakni sel mesenkim sumsum tulang, ECCT mempengaruhi jumlah sel hidupnya, namun tidak bermakna secara statistik. Pajanan ECCT selama 24 jam meningkatkan secara bernakna ekspresi Tubulin A, Cyclin B1, p53, dan Ki-67. Kesimpulan. Medan listrik AC bertegangan rendah dengan frekuensi menengah yang dikeluarkan oleh alat ECCT dapat membunuh sel kanker melalui mekanisme mitotic catastrophe. (SOFT COPY TIDAK ADA)

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis.K.41/17 Sah m
Uncontrolled Keywords: ECCT,in vitro, kultur sel, Tubulin A, Cyclin B1, p53, Ki-67, mitotic catastrophe.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SAHUDI, 090970134UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDavid Sontani Perdanakusuma, Prof. Dr., dr. Sp.BP(K),UNSPECIFIED
ContributorFedik Abdul Rantam, Prof. Dr., drh,UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 27 Dec 2017 18:22
Last Modified: 19 Aug 2019 07:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63567
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item