ANALISIS FUNGSI KALIMAT ATANYA NEGASI BAHSAS JEPANG DALAM DRAMA "37 SAI DE ISHA NI NATTA BOKU

Biru Larasati Woro Nursatya, 121211331048 (2017) ANALISIS FUNGSI KALIMAT ATANYA NEGASI BAHSAS JEPANG DALAM DRAMA "37 SAI DE ISHA NI NATTA BOKU. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
FS J 12-17 Nur a Abstrak.pdf

Download (195kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FS J 12-17 Nur a Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 16 October 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam lingustik, pragmatik adalah salah satu cabang ilmu lingustik yang mempelajari bahasa secara eksternal dan membahas tentang makna menurut konteksnya. Konteks inilah yang memungkinkan sebuah perkataan atau ucapan untuk memiliki maksud tertentu yang hanya tersirat dan tidak secara gamblang tertera pada sebuah pernyataan. Makna yang tersirat dari sebuah pernyataan tergantung pada konteks tersebut. Hal ini juga terjadi pada penggunaan kalimat tanya negasi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana fungsi dari penggunaan kalimat tanya negasi dalam percakapan Bahasa Jepang dengan menganalisis data berupa dialog dalam drama “37 Sai de Isha ni Natte Boku” dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan dengan teori tentang fungsi kalimat tanya negasi yang telah dikemukakan oleh Tanomura, 54 data kalimat tanya negasi berbentuk gramatikal janaidesuka, janaika, janaino, janai, naidesuka, naindesuka, nainoka, naika, naino, nai dan masenka yang ditemukan, dianalisis untuk mengetahui fungsi penggunaannya. Seperti menurut Tanomura, fungsi dari penggunaan kalimat tanya negasi ini terbagi dua golongan, yaitu golongan pertama, penggunaan kalimat tanya negasi dengan memiliki asumsi positif sebelumnya dan golongan kedua, yaitu penggunaan kalimat tanya negasi yang memiliki asumsi netral sebelumnya, bukan negatif maupun positif. Kalimat tanya negasi yang termasuk pada golongan pertama dapat berfungsi untuk mengkonfirmasi, berpendapat, menyadarkan, mengingatkan, memberi saran, mengajak, menegur, minta tolong atau memohon dan menawarkan dalam hal ini kalimat tanya negasi lebih dipilih untuk dipakai adalah dengan alasan demi kesopanan dan juga untuk menguatkan argument, sedangkan yang termasuk pada golongan kedua memiliki fungsi murni untuk bertanya saja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 FS.J.12/17 Nur a
Uncontrolled Keywords: pragmatik, kalimat tanya negasi, fungsi, asumsi positif, asumsi netral.
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Biru Larasati Woro Nursatya, 121211331048UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorParwati Hadi Noorsanti, S.S., M.Pd.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol2 2
Date Deposited: 18 Dec 2017 17:09
Last Modified: 18 Dec 2017 17:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63853
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item