KONSTRUKSI IDENTITAS DIRI REMAJA MISKIN: ANALISIS DISKURSIF PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI

ACHMAD CHUSAIRI, 091071213 (2017) KONSTRUKSI IDENTITAS DIRI REMAJA MISKIN: ANALISIS DISKURSIF PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (42kB) | Preview
[img] Text (full text)
ACHMAD CHUSAIRI – 091071213 - DISERTASI.pdf
Restricted to Registered users only until 16 October 2020.

Download (2MB)

Abstract

Pencapaian rumusan identitas diri yang koheren menurut Erikson adalah bagian penting dari proses perkembangan remaja. Remaja miskin dalam literatur selama ini dianggap akan kesulitan dalam proses mengkonstruksi identitas diri karena keterbatasan alternatif/pilihan identitas yang dapat ia eksplorasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Rumusan identitas diri remaja miskin yang berprestasi secara akademik? dan (2) Dinamika psikologis yang terjadi ketika remaja miskin mengkonstrusi identitas dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis diskursif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah lima orang. Kelima partisipan adalah remaja dalam tahap perkembangan remaja akhir, berusia 18-19 tahun, empat perempuan dan satu laki-laki. Semua partisipan adalah mahasiswa penerima besasiswa Bidikmisi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Remaja miskin yang berprestasi akademik menjadikan keunggulan akademik sebagai identitas diri. Keunggulan akademik sebagai identitas dimaknai sebagai satu kapasitas pribadi sekaligus sebuah prestasi, (2) Keunggulan akademik sebagai identitas diri dikonstruksi melalui narasi identitas diri positif, (3) Kemampuan remaja miskin menjadikan keunggulan akademik sebagai identitas diri positif, membantah pendapat Phillips dan Pittman (2003), Yoder (2000), Munford & Sanders (2015) dan Noble-Carr dan Woodman (2016) yang menyatakan bahwa remaja miskin kesulitan dalam mengkonstruksi identitas diri secara positif. Kesulitan tersebut menurut Yoder (2000) karena remaja miskin memiliki keterbatasan alternatif/pilihan identitas yang dapat ia eksplorasi, (4) Narasi identitas diri positif berfungsi sebagai tujuan hidup dengan tujuan mengubah kondisi kemiskinan keluarga, dan (5) Proses keunggulan prestasi akademik menjadi identitas diri remaja miskin dipengaruhi oleh faktor kemampuan pribadi dan dukungan sosial (dari keluarga dan teman sebaya). Kemampuan pribadi adalah kekuatan harapan, sikap menerima diri secara realistis, cara berpikir dan bersikap yang rasionalobyektif, kemampuan mengelola emosi, dan kemampuan untuk mengambil keputusan. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji konstruksi identitas diri remaja miskin yang berprestasi di luar bidang akademik, misalnya di bidang ketrampilan, kewirausahaan, olahraga atau prestasi di bidang kesenian, sehingga menambah pengetahuan tentang konstruksi identitas diri remaja miskin.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis Psi 02/17 Chu k
Uncontrolled Keywords: Remaja Miskin, Identitas Diri, Analisis Diskursif
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
ACHMAD CHUSAIRI, 091071213UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNurul Hartini, Dr., M.Kes., PsikologUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 16 Oct 2017 00:52
Last Modified: 16 Oct 2017 01:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63945
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item