HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON ESTROGEN DENGAN EKSPRESI RUNX2 PADA TULANG MANDIBULA TIKUS WISTAR MODEL OSTEOPOROSIS

Marchello Marvin drg., 021318076302 (2017) HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON ESTROGEN DENGAN EKSPRESI RUNX2 PADA TULANG MANDIBULA TIKUS WISTAR MODEL OSTEOPOROSIS. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (251kB) | Preview
[img] Text (full text)
MARCELO MARVIN ... PERPUS edit.pdf
Restricted to Registered users only until 20 October 2020.

Download (2MB)

Abstract

Kondisi fisiologis pasca menopause akan menurunkan hormon estrogen oleh karena proses penuaan. Estrogen berperan penting dalam metabolisme tulang. Berkurangnya estrogen dapat mengganggu keseimbangan osteoblas dan osteoklas yang berakibat osteoporosis. Osteoporosis yang terjadi mandibula, yang dapat mempengaruhi dukungan, retensi, dan stabilitas gigi tiruan, oleh karena itu diagnosa densitas tulang penting dilakukan oleh dokter gigi sebelum melakukan perawatan prostodontik. RUNX2 dapat merangsang ekspresi gen matriks tulang di tahap awal diferensiasi osteoblas. Pemeriksaan immunohistokimia dengan indikator RUNX2 dapat dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi tulang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar estrogen dengan ekspresi RUNX2 pada tulang mandibula tikus model osteoporosis. Material dan metode: 26 ekor tikus wistar dibagi menjadi 2 kelompok sama banyak. Kelompok I dilakukan ovariektomi sebagai model osteoporosis dan kelompok II dilakukan sham surgery sebagai kontrol. Setelah 12 minggu, pengambilan darah dilakukan untuk pemeriksaan kadar estrogen. Kemudian, tikus diterminasi dan dilakukan reseksi mandibula untuk pemeriksaan immunohistokimia dengan marker RUNX2. Jumlah ekspresi RUNX2 dilakukan dengan pengamatan kualitatif ditunjang dengan data kuantitatif pada satu lapang pandang dengan mikroskop cahaya pembesaran 400x. Penghitungan statistik menggunakan independent t-test dan Pearson. Hasil: Jumlah estrogen pada kelompok sham surgery lebih tinggi daripada kelompok osteoporosis. Terdapat perbedaan yang bermakna jumlah estrogen pada kelompok normal dan osteoporosis p=0.004 (p<0.05). Ekspresi RUNX2 mengalami peningkatan pada kelompok osteoporosis, uji beda menunjukan perbedaan yang bermakna antara 2 kelompok tersebut p=0.000 (p<0.05). Pada uji hubungan korelasi Pearson terdapat hubungan yang bermakna antara kelompok estrogen dengan RUNX2 p=0.038 (p<0.05). Kesimpulan: Didapatkan kadar hormon estrogen lebih rendah pada kelompok tikus model osteoporosis. Ekspresi RUNX2 meningkat pada kelompok tikus model osteoporosis. Terdapat hubungan yang bermakna antara estrogen dengan ekspresi RUNX2.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDGS.PROS 07/17 Mar h
Uncontrolled Keywords: Ovariectomy, osteoporosis, estrogen, RUNX2.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Prosthodontics
Creators:
CreatorsNIM
Marchello Marvin drg., 021318076302UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSherman Salim, Dr. , drg., MS, SpPros (KUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 20 Oct 2017 00:01
Last Modified: 20 Oct 2017 00:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/64397
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item