PROFIL PENERIMAAN ICU YANG TIDAK TERENCANA PASCA OPERASI DI GBPT RSUD DR. SOETOMO SURABAYA PERIODE OKTOBER 2016 – MARET 2017

Anditya Wisnuwardana, , dr. (2017) PROFIL PENERIMAAN ICU YANG TIDAK TERENCANA PASCA OPERASI DI GBPT RSUD DR. SOETOMO SURABAYA PERIODE OKTOBER 2016 – MARET 2017. Other thesis, Airlangga university.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak ppds ar 19 17.pdf

Download (81kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
ppds ar 19 17.pdf
Restricted to Registered users only

Download (910kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Kejadian penerimaan ICU yang tidak terencana pasca operasi merupakan indikator global pasien yang akan menjalani pembedahan, berkaitan dengan hasil keluaran yang kurang baik, peningkatan lama perawatan, dan peningkatan biaya yang menyebabkan kerugian bagi rumah sakit. Keterbatasan ICU dari segi daya tampung juga menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan pasien yang layak penerimaan ICU. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kejadian penerimaan ICU yang tidak terencana berdasarkan karakteristik pasien, faktor intraoperatif, komplikasi, dan hasil keluaran pasca pembedahan elektif. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medis pasien yang menjalani operasi di GBPT RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada periode Oktober 2016 sampai dengan Maret 2017. Hasil : Terdapat 39 (1,74%) penerimaan ICU yang tidak terencana pasca operasi pada periode penelitian selama 6 bulan dari 2250 operasi yang memenuhi kriteria. Usia rata-rata pasien 47,38 ± 17,11 tahun, dengan kejadian tertinggi terjadi pada perempuan, dan pada PS ASA ≥ 3. Jumlah terbanyak pasien dikerjakan dengan GA (92,3%), pada prosedur pembedahan obsgyn (23,07%), dengan durasi pembedahan rata-rata 5,53 ± 3,71 jam dan sebanyak 43,6% perdarahan terjadi pada kelompok ≤15% EBV. Berdasarkan penyebabnya, penerimaan ICU yang tidak terencana pasca operasi terbanyak disebabkan karena komplikasi (76,9%), dimana sebanyak 46,12% berkaitan dengan bedah, 20,51% berkaitan dengan komorbid, dan 20,51% berkaitan dengan anestesi. Kriteria penerimaan ICU terbanyak disebabkan oleh perdarahan masif (30,77%), dengan lama perawatan ICU rata-rata 1,74 ± 1,8 hari. Mortalitas pada penelitian ini 12,82%. Kesimpulan : Prevalensi penerimaan ICU yang tidak terencana pasca operasi pada penelitian ini sebesar 1,74% yang menunjukkan tingkat keselamatan pasien yang akan menjalani pembedahan secara global masih rendah. Melalui penelitian ini juga, dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki manajemen dan persiapan perioperatif terutama pada kelompok yang memiliki resiko tinggi terjadinya penerimaan ICU yang tidak terencana pasca operasi.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: kka kk ppds ar 19 17
Uncontrolled Keywords: penerimaan ICU yang tidak terencana pasca operasi, komplikasi, hasil keluaran, lama perawatan, mortalitas
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsEmail
Anditya Wisnuwardana, , dr.UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHardiono, Dr. dr. Sp.An. KIC. KAKVUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 22 Oct 2017 22:44
Last Modified: 22 Oct 2017 22:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/64467
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item