PENGEMBANGAN MODEL AKSES RUMAH TUNGGU PERSALINAN PADA PERTOLONGAN PERSALINAN BERDASARKAN PERSPEKTIF IBU BERSALIN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

MARETA BAKALE BAKOIL, 101417087305 (2017) PENGEMBANGAN MODEL AKSES RUMAH TUNGGU PERSALINAN PADA PERTOLONGAN PERSALINAN BERDASARKAN PERSPEKTIF IBU BERSALIN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (17kB) | Preview
[img] Text (full text)
DISERTASI MARETA BAKALE BAKOIL 101417087305.pdf
Restricted to Registered users only until 24 October 2020.

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang masalah yaitu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) adalah salah satu kabupaten di Provinsi NTT dengan AKI tertinggi tahun 2014 yaitu 290/100,000 Kelahiran Hidup. Masalah ini disebabkan oleh akses ke fasilitas kesehatan yang rendah, keterjangkauan tempat pelayanan kesehatan, jenis, dan kualitas pelayanan, serta kurangnya informasi. Penyediaan Rumah Tunggu Persalinan merupakan salah satu upaya terobosan yang mendukung program Revolusi KIA, dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan, khususnya persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih. Tujuan penelitian yaitu mengembangkan model akses Rumah Tunggu Persalinan pada pertolongan persalinan berdasarkan perspektif ibu bersalin di Kabupaten TTS. Metode penelitian yaitu observasional analitik, dengan rancangan cross sectional. Besar sampel 220 ibu bersalin. Teknik pengambilan sampel dengan systematic random sampling. Analisis data menggunakan SEM dengan PLS analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tempat persalinan dan Rumah Tunggu Persalinan dipengaruhi oleh faktor ibu (pendidikan terakhir ibu bersalin, dan penghasilan keluarga) dengan nilai koefisien 0,124; dukungan suami (dukungan emosional, dukungan penyediaan transportasi, dan dukungan biaya) sebesar 0,117; jaminan kesehatan (jaminan persalinan) sebesar 0,245; geografi (jarak, dan waktu tempuh) sebesar 0,280; dan pencarian tempat persalinan (profesionalitas penolong persalinan: 0,228; kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan: 0,244). Sedangkan umur ibu bersalin dan paritas tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan tempat persalinan dan Rumah Tunggu Persalinan. Kesimpulan yaitu model akses Rumah Tunggu Persalinan pada pertolongan persalinan berdasarkan perspektif ibu bersalin dipengaruhi secara langsung oleh geografi, jaminan kesehatan, faktor ibu, dan dukungan suami. Selain itu, faktor ibu dan dukungan suami berpengaruh secara tidak langsung melalui kebutuhan dan keinginan tempat persalinan, serta pencarian tempat persalinan. Sedangkan jaminan kesehatan berpengaruh secara tidak langsung terhadap pencarian tempat persalinan, pemanfaatan tempat persalinan dan Rumah Tunggu Persalinan

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis IK 21/17 Bak p
Uncontrolled Keywords: Akses, Ibu Bersalin, Tempat Persalinan, dan Rumah Tunggu Persalinan
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MARETA BAKALE BAKOIL, 101417087305UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorStefanus Supriyanto, Prof. Dr. , dr., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 23 Oct 2017 19:51
Last Modified: 23 Oct 2017 19:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/64566
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item