SINTESIS SENYAWA ASAM 5-METIL- 2-(4’-KLOROBENZOILOKSI)BENZOAT DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIKNYA PADA MENCIT (Mus musculus)

GEZA ELLYVIA AZIZAH, 051211131058 (2017) SINTESIS SENYAWA ASAM 5-METIL- 2-(4’-KLOROBENZOILOKSI)BENZOAT DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIKNYA PADA MENCIT (Mus musculus). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
FF.KF.07-17 Azi s ABSTRAK.pdf

Download (228kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FF.KF.07-17 Azi s SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only until 24 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pengembangan senyawa baru turunan asam salisilat bertujuan untuk mendapatkan senyawa obat baru yang diharapkan mempunyai efek yang lebih besar daripada asetosal. Penelitian ini dilakukan dengan mensintesis senyawa asam 5-metil-2-(4’-klorobenzoiloksi)benzoat dan diuji aktivitas analgesiknya pada mencit. Sintesis senyawa asam 5-metil-2-(4’-klorobenzoiloksi)benzoat dilakukan berdasarkan metode Schotten Baumann dengan mereaksikan senyawa asam 5-metilsalisilat dengan 4-klorobenzoil klorida dalam pelarut aseton dan piridin yang berfungsi sebagai katalisator. Reaksisubstitusi nukleofilik terjadi pada gugus fenolat dari asam 5-metilsalisilat dimana atom H pada gugus tersebut akan diganti dengan gugus benzoil tersubstitusi. Hasil sintesis yang diperoleh sebesar 37%, berupa padatan menyerupai kapas, berwarna putih kekuningan yang tidak larut dalam air. Senyawa hasil sintesis diuji kemurnian dengan uji jarak lebur dan kromatografi lapis tipis, hasil uji jarak lebur senyawa hasil sintesis berbeda dengan senyawa asam 5-metil salisilat, begitu juga dengan uji KLT menggunakan tiga macam eluen yang berbeda, yaitu etil asetat : metanol = 7 : 3; n-heksana : aseton = 6 : 4; n-heksana : etil asetat = 6 : 4, sedangkan untuk identifikasi struktur dilakukan dengan metode spektrofotometer UVADLN Vis, spektofotometer inframerah, dan spektrometer resonansi magnet inti (1H-NMR). Hasil spektrum IR menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis memiliki gugus fungsi yang berbeda dari senyawa asam 5-metil salisilat dan hasil spektrum (1H-NMR) menunjukkan bahwa ada perbedaan jumlah atom H pada senyawa hasil sintesis dengan asam 5-metil salisilat. Selanjutnya, dilakukan uji aktivitas analgesik dengan memberikan senyawa uji dan senyawa penginduksi nyeri pada mencit secara intraperitonial dengan metode Writhing test. Senyawa uji asam 5-metil-2- (4’-klorobenzoiloksi)benzoat dan senyawa pembanding asetosal dengan dosis 25, 50, dan 100 mg/kg BB diberikan 20 menit sebelum induksi nyeri oleh larutan asam asetat 0,6 % volume 0,01 ml/g BB. Jumlah geliatan yang diperoleh dibandingkan dengan kelompok pembanding dan kelompok kontrol CMC-Na (0,5%). Kemudian, ditentukan nilai persentase hambatan nyeri dan ED50. Persentase hambatan nyeri senyawa asam 5-metil-2-(4’- klorobenzoiloksi)benzoat lebih besar daripasa asetosal. ED50 senyawa asam 5-metil-2-(4’-klorobenzoiloksi)benzoat sebesar 45,35 mg/kg BB dan ED50 senyawa asetosal 80,37 mg/kg BB. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa asam 5-metil-2-(4’-klorobenzoiloksi)benzoat memiliki aktivitas analgesik yang lebih besar daripada asetosal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK FF.KF.07/17 Azi s
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
GEZA ELLYVIA AZIZAH, 051211131058UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBAMBANG TRI PURWANTO, Dr., Apt., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 23 Oct 2017 21:06
Last Modified: 23 Oct 2017 21:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/64579
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item