PENENTUAN KADAR (-)-EPIGALOKATEKIN GALAT (EGCG) DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) DALAM PRODUK TEH HIJAU AKIBAT PENGARUH SUHU DAN FREKUENSI PENYEDUHAN

PRISTYA ANDHIKA PUTRI, 051311133217 (2017) PENENTUAN KADAR (-)-EPIGALOKATEKIN GALAT (EGCG) DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) DALAM PRODUK TEH HIJAU AKIBAT PENGARUH SUHU DAN FREKUENSI PENYEDUHAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
FF.KF.20-17 Put p ABSTRAK.pdf

Download (67kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FF.KF.20-17 Put p SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only until 24 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Teh merupakan bahan minuman penyegar yang sudah lama dikenal dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Teh digolongkan menjadi tiga golongan berdasarkan perbedaan proses pengolahan yaitu teh hitam (black tea), teh hijau (green tea), dan teh oolong (oolong tea). Teh hijau memiliki efek farmakologis yaitu sebagai antioksidan, antimikroba, dan antikardiovaskular. Khasiat tersebut dapat timbul karena adanya kandungan polifenol katekin pada teh hijau (Murase, et al, 2000). Polifenol katekin terdiri dari epigallocatechin-3-gallate (EGCG), epigallocatechin (EGC), epicatechin-3-gallate (ECG), dan epicatechin (EC) (Murase, et al, 2000). Kandungan polifenol pada teh hijau mulai dari yang terkecil adalah EGC < EC < ECG < EGCG (Khokhar dan Magnusdottir, 2002). (-)-epigallocatechin-3-gallate (EGCG) merupakan senyawa polifenol yang poten dan bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat terapetik dari teh hijau. Kadar senyawa yang terkandung dalam teh dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perbedaan jenis teh (teh hijau, teh oolong, dan teh hitam), perbedaan merk teh (Desvina, 2007) dan proses penyeduhan (Nindyasari, 2012). Selain itu, suhu penyeduhan dapat mempengaruhi kadar senyawa pada teh (Nindyasari, 2012). Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar EGCG pada suhu penyeduhan yang berbeda yakni suhu 50°C , 70°C, dan 100°C dan dengan penyeduhan berulang yakni dengan diseduh sebanyak tiga kali. Analisis EGCG dalam sampel teh hijau menggunakan metode KCKT dengan detektor Photo Diode Array pada panjang gelombang pengamatan 276 nm. Kolom yang digunakan adalah RP C-18 μbondapak 10 μm 3,9 x 300 mm. Kondisi KCKT terpilih adalah dengan fase gerak air : metanol : asam asetat (60: 35 : 5 v/v/v) dengan pH fase gerak 3 dan laju alir 0,45 ml/menit. Penelitian ini menggunakan metode yang telah tervalidasi. Berdasarkan kondisi terpilih dan metode yang telah tervalidasi diperoleh kadar EGCG pada penyeduhan berulang tiap suhu yaitu pada penyeduhan berulang suhu 500 C berturut-turut diperoleh 1,5465 ± 0,1586 % b/b, 0,7858 ± 0,0124 %b/b, 0,4834 ± 0,01084 % b/b. Pada penyeduhan berulang suhu 700 C berturut-turut diperoleh 2,3631 ± 0,0058 % b/b, 0,9486 ± 0,0614 %b/b, 0,7033 ± 0,0195 % b/b. Pada penyeduhan berulang suhu 1000 C berturut-turut diperoleh 2,3756 ± 0,1572 % b/b, 1,2100 ± 0,0507 %b/b, 0,5982 ± 0,0236 % b/b.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK FF.KF.20/17 Put p
Subjects: Q Science > QC Physics > QC901-913.2 Temperature and Radiation
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
PRISTYA ANDHIKA PUTRI, 051311133217UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDJOKO AGUS P., Dr., M.Si., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 23 Oct 2017 23:31
Last Modified: 23 Oct 2017 23:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/64650
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item