STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN PRE-XDR DAN XDR (Penelitian dilakukan di Poli MDR-TB RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

RADYTA AYU TAMA, 051311133205 (2017) STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN PRE-XDR DAN XDR (Penelitian dilakukan di Poli MDR-TB RSUD Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK FF FK 11-17 Tam s-Abstrak.pdf

Download (81kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK FF FK 11-17 Tam s.pdf
Restricted to Registered users only until 30 October 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pre-XDR-TB merupakan tuberkulosis yang disertai resistensi terhadap isoniazid dan rifampisin serta resistensi terhadap salah satu obat golongan fluorokuinolon atau salah satu dari OAT injeksi lini kedua (kapreomisin, kanamisin dan amikasin), sedangkan XDR-TB adalah resistensi terhadap isoniazid dan rifampisin yang disertai resistensi salah satu obat golongan fluorokuinolon dan salah satu dari OAT injeksi lini kedua (WHO, 2014). Pada tahun 2015 di Indonesia tercatat kasus MDR-TB yang disertai resistensi terhadap OAT lini kedua sebesar 895 kasus (WHO, 2016). Regimen terapi yang diberikan bagi penderita Pre-XDR maupun XDR-TB terdiri dari OAT lini kedua meliputi OAT injeksi, golongan fluorokuinolon, OAT oral bakteriostatik (Asam Para- Aminosalisilat, Sikloserin, dan Etionamid), serta Clofazimine, Linezolid, dan Bedaquilin dengan lama terapi hingga 24 bulan (WHO, 2014). Faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan terapi diantaranya adanya infeksi tambahan dari kuman yang telah resisten terhadap obat tertentu, terapi yang tidak adekuat, kualitas obat yang kurang baik, adanya penyakit penyerta serta faktor ketidakpatuhan pasien selama menjalani terapi. Penggunaan kombinasi OAT lini kedua yang memiliki efek samping lebih besar dibanding lini pertama dapat menyebabkan munculnya efek samping yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien serta kurangnya informasi juga dapat menyebabkan pasien enggan meneruskan terapi yang diberikan (WHO, 2014). Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan studi terkait kombinasi OAT dan regimentasi dosis yang sesuai agar tercapai keberhasilan terapi bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan obat antituberkulosis pada pasien Pre-XDR dan XDR yang berkaitan dengan jenis, kombinasi OAT, regimentasi dosis dan lama terapi serta mengidentifikasi adanya problema obat yaitu efek samping dan interaksi obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan data retrospektif pada periode Januari 2015 sampai Desember 2016 pada pasien Pre-XDR dan XDR di Poli MDRTB RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini telah melalui review oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sampel penelitian ini adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan didapatkan 7 pasien untuk pasien Pre-XDR dan 2 pasien XDR. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 7 pasien Pre-XDR terdapat 4 orang pasien laki-laki (57%) dan 3 orang pasien perempuan (43%) sedangkan 2 pasien (100%) XDR adalah laki-laki dengan kelompok usia paling banyak adalah 45-64 tahun, yaitu 5 pasien (71,43%) pada Pre-XDR dan 1 pasien (50%) pada XDR. Penyakit penyerta yang paling banyak dijumpai dari pasien adalah diabetes mellitus yakni 4 orang (57%) pasien Pre-XDR dan 2 orang (100%) pasien XDR. Penyebab pasien mendapat terapi Pre-XDR maupun XDR sebagian besar dikarenakan gagal pada terapi MDR yakni 6 pasien (86%) pada Pre-XDR dan 1 pasien (50%) pada XDR dengan profil resistensi terbanyak pada Pre-XDR adalah H-R-E-Ofx (42%) dan pada XDR H-R-E-Km-Ofx-Amk (50%). Profil penggunaan kombinasi OAT sangat bervariasi,regimen yang paling banyak didapatkan pada Pre-XDR adalah Z-Km-Eto-Cs-PAS-Bdq (72%) dan pada XDR adalah Z-E-Eto-Cs-PAS-Bdq-Lnz-Cfz (50%) serta Z -Eto-Cs-PAS-Bdq-Lnz-Cfz (50%). Penggantian regimen karena efek samping ototoksik terjadi pada 2 pasien Pre-XDR dan 1 pasien XDR mengalami penggantian karena peningkatan asam urat dan perubahan perilaku. Pada regimentasi obat diketahui semua pasien telah mendapatkan dosis, rute pemberian dan frekuensi penggunaan OAT yang tepat. Identifikasi DRP (Drug Related Problem) pada penelitian ini ditemukan adanya efek samping pada yakni peningkatan asam urat (43%Pre-XDR; 50% XDR), nyeri pada sendi, lutut, atau siku (28,5% Pre-XDR), penurunan derajat pendengaran (28,5%), peningkatan kreatinin serum dan BUN (28,5% Pre-XDR), pemanjangan interval QT (28,5% Pre-XDR; 100% XDR). Didapatkan pula interaksi potensial yang dapat terjadi yakni sikloserin dengan etionamid (9 pasien), bedaquilin dengan clofazimin (2 pasien XDR). Berdasarkan uraian diatas, diketahui bahwa banyak hal yang perlu menjadi perhatian farmasis dalam penggunaan obat pada pasien Pre-XDR dan XDR meliputi pemilihan regimen terapi yang sesuai, menentukan dosis obat yang diberikan, memonitoring kondisi pasien, menangani DRP yang terjadi selama terapi, serta memberikan konseling bagi pasien agar dapat meningkatkan kepatuhan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FF FK 11-17 Tam s
Uncontrolled Keywords: ADR’s, Antituberculosis, Drug-resistance, Pre-XDR, XDR
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RADYTA AYU TAMA, 051311133205UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorToetik Aryani, Dra., M.Si., AptUNSPECIFIED
ContributorSoedarsono, Dr. ,. dr, SpP(K),UNSPECIFIED
ContributorUmi Fatmawati, S.Farm, M.Farm.Klin, Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 29 Oct 2017 17:48
Last Modified: 29 Oct 2017 17:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/64985
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item