DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT DELIMA PUTIH (Granati fructus cortex), CHLORHEXIDINE DAN POVIDONE IODINE TERHADAP Streptococcus mutans PADA PLAK GIGI ANAK

ENIS ZAIDAH, 021418046303 (2017) DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT DELIMA PUTIH (Granati fructus cortex), CHLORHEXIDINE DAN POVIDONE IODINE TERHADAP Streptococcus mutans PADA PLAK GIGI ANAK. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (17kB) | Preview
[img] Text (full text)
KTA ENIS ZAIDAH ... edit.pdf
Restricted to Registered users only until 30 October 2020.

Download (2MB)

Abstract

prevalensi karies di Indonesia mencapai 53,2% dengan angka keparahan karies 1,4 pada anak umur 12 tahun. Beberapa studi telah dilakukan dan menunjukkan bahwa bakteri Streptococcus mutans memegang peranan penting dalam proses terjadinya karies. Beberapa usaha untuk mengendalikan karies antara lain dengan menghambat plak secara mekanis dan kimiawi. Chlorhexidine dan povidone iodine selama ini dipercaya sebagai obat kumur berbahan kimiawi yang mampu mengurangi pembentukan plak. Produk obat kimia apabila digunakan dalam waktu jangka panjang akan menimbulkan efek samping negatif. Ekstrak kulit buah delima putih sebagai bahan herbal memiliki senyawa aktif tanin, alkaloid dan flavonoid telah diketahui mempunyai sifat antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan: Menjelaskan daya antibakteri ekstrak kulit buah delima putih, Chlorhexidine dan povidone iodine terhadap Streptococcus mutans pada plak gigi anak. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Sampel yang dipergunakan adalah bakteri Streptococcus mutans diisolasi dari plak gigi anak di klinik kedokteran gigi anak universitas Airlangga Surabaya kemudian dibiakkan pada media TYC (Triptone Yeast Cystine) dengan jumlah replikasi sebanyak 6 percobaan. Percobaan dilakukan dengan cara difusi. Papper disc yang berisi ekstrak kulit delima putih, chlorhexidine dan povidone iodine diletakkan pada petri dish yang berisi TYC kemudian diinkubasi selama 2x24 jam pada suhu 370C. Diameter zona inhibisi di sekitar papper disc diukur dan dibandingkan antara masing-masing bahan. Hasil: hasil uji statistik didapatkan p=0,000<0,05 yang artinya ada perbedaan signifikan pada pengukuran zona hambat masing-masing bahan coba, ekstrak kulit buah delima putih memiliki zona hambat yang tertinggi dibandingkan dengan bahan penelitian lainnya. Kesimpulan: ekstrak kulit buah delima putih mempunyai daya antibakteri paling tinggi terhadap Streptococcus mutans pada plak gigi anak dibandingkan dengan chlorhexidine dan povidone iodine.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDGS.PGA 08/17 Zai d
Uncontrolled Keywords: ekstrak kulit buah delima putih (Granati Fructus Cortex ), chlorhexidine, povidone iodine, Streptococcus mutans pada plak gigi anak
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ENIS ZAIDAH, 021418046303UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSindy Cornelia, Dr. , drg., Sp.KGA(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 30 Oct 2017 00:38
Last Modified: 30 Oct 2017 00:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65046
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item