PENGARUH FAKTOR PROSEDUR OPERASI TERHADAP RISIKO TERJADINYA INFEKSI DAERAH OPERASI PADA JANUARI 2016 – MARET 2017 (STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA)

EVA AGUSTINA, 101311133082 (2017) PENGARUH FAKTOR PROSEDUR OPERASI TERHADAP RISIKO TERJADINYA INFEKSI DAERAH OPERASI PADA JANUARI 2016 – MARET 2017 (STUDI DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (62kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 325-17 Agu p.pdf
Restricted to Registered users only until 31 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi daerah operasi merupakan salah satu komplikasi operasi yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas dan kerugian secara material. Angka kejadian IDO pada suatu institusi pemberi layanan kesehatan mencerminkan kualitas pelayanan dari institusi tersebut. Survei WHO tahun 2014 menunjukan kejadian IDO meningkat 1,2 % hingga 23,6 % per-100 prosedur bedah. Salah satu risiko kejadian IDO adalah pada saat prosedur operasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor prosedur operasi terhadap risiko terjadinya Infeksi Daerah Operasi pada Januari 2016 – Maret 2017 di RSU Haji Surabaya. Penelitian ini adalah suatu penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Sampel kelompok kasus sebanyak 20 pasien yang terdiagnosis IDO, dan kelompok kontrol sebanyak 20 pasien yang tidak terdiagnosis IDO. Pengambilan sampel baik kelompok kasus maupun kontrol menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder pada rekam medik pasien di RSU Haji Surabaya. Perhitungan besar risiko menggunakan nilai Odds Ratio (OR) dengan 95% Confidence Interval (CI) menggunakan statcalc Epi Info 7. Hasil analisis statistik dengan Confidence Interval 95% didapatkan faktor yang mempengaruhi risiko terjadinya IDO pada Januari 2016 – Maret 2017 di RSU Haji Surabaya adalah lama operasi (OR= 6,00; 1,4<OR<24,68), mandi preoperasi (OR=7,42; 1,77<OR<31,04) dan cukur preoperasi (OR= 6,00; 1,08<OR<33,27). Faktor yang tidak berpengaruh terhadap terjadinya IDO antara lain faktor umur (OR= 1,00; 0,23<OR<4,18), sifat operasi (OR= 1,00; 0,23<OR<4,18), diabetes mellitus (OR= 3,35; 0,31<OR<35,36), suhu tubuh preoperasi (OR= 1,28; 0,2<OR<10,70), status gizi (OR= 2,78; 0,77<OR<10,04), dan ASA score (OR= 2,26; 0,63<OR<8,10). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko yang mempengaruhi kejadian IDO di RSU Haji Surabaya yaitu lama operasi, mandi preoperasi dan cukur preoperasi. Sesuai hasil penelitian ini, maka tenaga medis perlu memperhatikan kembali prosedur lama operasi, mandi preoperasi dan cukur preoperasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 325-17 Agu p
Uncontrolled Keywords: IDO, Lama operasi, Mandi, Cukur
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
EVA AGUSTINA, 101311133082UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFariani Syahrul, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 30 Oct 2017 22:38
Last Modified: 30 Oct 2017 22:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65220
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item