HUBUNGAN ANTARA LINGKAR LENGAN ATAS (LILA), KADAR HEMOGLOBIN (HB) DAN PAPARAN ASAP ROKOK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) (Studi di Wilayah Kecamatan Semampir Surabaya)

AMIMA FAJRIANA, 101311233044 (2017) HUBUNGAN ANTARA LINGKAR LENGAN ATAS (LILA), KADAR HEMOGLOBIN (HB) DAN PAPARAN ASAP ROKOK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) (Studi di Wilayah Kecamatan Semampir Surabaya). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (59kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 329-17 Faj h.pdf
Restricted to Registered users only until 31 October 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat di bawah 2500 gram. BBLR merupakan masalah kesehatan global yang berhubungan dengan Angka Kematian Neonatal (AKN) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor obstetri, usia ibu saat hamil, jarak kehamilan, Lingkar Lengan Atas (LILA), kadar hemoglobin dan paparan asap rokok dengan berat lahir bayi. Desain penelitian adalah case control. Responden merupakan ibu di Kecamatan Semampir yang melahirkan sepanjang tahun 2016. Besar sampel penelitian adalah 22 ibu dari kelompok kontrol dan 22 ibu dari kelompok kasus. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer berupa kuesioner paparan asap rokok dan pertanyaan terkait faktor obstetri. Data sekunder yang diambil dari Puskesmas yaitu ukuran LILA dan kadar hemoglobin. Pengolahan data menggunakan analisis korelasi Pearson atau Spearman (α=0,05). Sebagian besar responden dari kelompok kasus memiliki skor obstetri yang rendah, jarak kehamilan yang dekat dan merupakan primipara. Sebagian besar ibu dari kelompok kontrol maupun kasus tidak bekerja, tidak anemia, tetapi terpapar paparan asap rokok yang tergolong sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear positif yang signfikan antara faktor obstetri (p=0,000, r=0,519), paritas (p=0,020, r=0,350), jarak kehamilan (p=0,006, r=0,404), LILA (p=0,037, r=0,316) dengan berat lahir bayi. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik faktor obstetri, semakin banyak paritas, semakin jauh jarak kehamilan dan semakin besar ukuran lingkar lengan atas maka akan semakin besar juga berat bayi saat lahir. Saran pada penelitian ini adalah membuat program terkait kesehatan dan gizi Wanita Usia Subur (WUS), sehingga calon ibu siap memasuki periode konsepsi dan kehamilan. Program terkait kesehatan WUS diharapkan dapat membantu mengurangi masalah BBLR.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 329-17 Faj h
Uncontrolled Keywords: BBLR, obstetri, paparan asap rokok
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
AMIMA FAJRIANA, 101311233044UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLailatul Muniroh, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 30 Oct 2017 23:30
Last Modified: 30 Oct 2017 23:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65240
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item