TEKNIK PEMBESARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) PADA TAMBAK INTENSIF PLASTIK MULSA DENGAN SISTEM BIOSECURITY DI BALAI LAYANAN USAHA PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA, KARAWANG, JAWA BARAT

MUHAMMAD HABIB ZAKARIA, 141311133223 (2016) TEKNIK PEMBESARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) PADA TAMBAK INTENSIF PLASTIK MULSA DENGAN SISTEM BIOSECURITY DI BALAI LAYANAN USAHA PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA, KARAWANG, JAWA BARAT. Fakultas Perikanan Dan Kelautan. Budidaya Perairan, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PKL.PK.BP.105.17 . Zak.t - ABSTRAK.pdf

Download (213kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL.PK.BP.105.17 . Zak.t - SEC.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

1. Teknik pembesaran meliputi persiapan tambak, persiapan air media pemeliharaan, penerapan biosecurity dengan menggunakan tandon, Bird Security Demand (BSD), Crab Protection Demand (CPD), penebaran benur setiap petak yaitu 450.000-500.000 ekor dengan 105-115/m2, pengelolaan pakan menggunakan metode blind feeding yaitu pemberian pakan dengan dosis yang tergantung pakan alamai yang tersedia dan tidak memperhatikan program pengelolaan pakan, dilakukan selama 1 bulan pertama pembesaran dan sistem anco, pengelolaan kualitas air dilakukan setiap hari dengan mengukur pH 7-8, suhu 29-32oC, salinitas 15-25 ppt, DO 4-6 mg/l dan untuk pengendalian hama dan penyakit seperti virus vibrio menggunakan bestasin, crustacid, saponin, dan peningkatan imunostimulan dengan vitamin c, serta pemanenan dengan cara panen total dan produksi dapat mencapai 7000 kg. 2. System Biosecurity adalah kegiatan dimana yang sudah diterapkan di BLUPPB karawang yaitu seperti dari segi fisik menggunakan tandon, Crab protection Demand (CPD), Bird Security Demand (BSD), untuk segi biologi menggunkan ikan mujair dan ikan bandeng yang ditaruh di petak tandon dan segi kimia yaitu menggunakan chlorin 30 ppm, bestasin 2 ppm, crustacid 2 ppm, dan saponin 20 ppm yang sebagai sistem biosecurity yang diterapkan dari awal persiapan sebelum penebaran benur. 3. Masalah yang terjadi adalah dari penyakit dan sarana seperti virus vibrio, white feses, hama ular, kepiting, burung serta ketersediaan bahan seperti kapur yang kurang sesuai dengan jadwal aplikasi, dan penggunaan peralatan yang mulai menurun performanya. 4. Kelayakan usaha budidaya udang vaname lebih lanjut di BLUPPB Karawang dapat dilihat dari nilai PP (Payback Period), R/C (Return Cost Ratio) dan BEP (Break Even Point) pada hasil perhitungan analisis usaha. Nilai PP sebesar 0,80 yang menunjukkan bahwa akan terjadi pengembilan modal setelah budidaya udang berlangsung selama 0,80 tahun. Nilai R/C sebesar 1,21 sehingga usaha yang dilakukan mendapatkan kentungan. Suatu usaha dapat dikatakan mendapatkan keuntungan dan layak apabila nilai R/C lebih dari satu. 5.2 Saran Usaha pembesaran udang vaname sebaiknya menjaga dan mengontrol alat-alat dalam produksi agar tidak menghambat proses produksi, serta kebersihan baik perlatan dan karyawan yang steril agar udang tidak terkena penyakit. Penyediaan bahan-bahan untuk kegiatan budidaya harus disiapkan jauh-jauh hari agar pada waktunya bisa tepat waktu. Untuk pengecekan kualitas air selalu diamati dan diukur agar mengetahui udang masih sehat atau mulai mengalami sakit. Serta peninjauan kembali terhadap penerapan biosecurity yang baik dan benar.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL.PK.BP.105/17 Zak t
Uncontrolled Keywords: Budidaya perairan
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
MUHAMMAD HABIB ZAKARIA, 141311133223UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Arief, Ir., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 28 Dec 2017 19:51
Last Modified: 22 Jan 2018 17:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65335
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item