PERBEDAAN PENGARUH AKTIVITAS FISIK SUBMAKSIMAL SESI PAGI, SORE, DAN MALAM HARI DI DALAM RUANGAN DENGAN SUHU YANG DIMODIFIKASI TERHADAP DERAJAT STRES OKSIDATIF

ADE SATRIA BAGUS SUWADJI, 011514553007 (2017) PERBEDAAN PENGARUH AKTIVITAS FISIK SUBMAKSIMAL SESI PAGI, SORE, DAN MALAM HARI DI DALAM RUANGAN DENGAN SUHU YANG DIMODIFIKASI TERHADAP DERAJAT STRES OKSIDATIF. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (46kB) | Preview
[img] Text (full text)
TESIS.compressed.pdf
Restricted to Registered users only until 1 November 2020.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan derajat stres oksidatif pada aktivitas fisik submaksimal yang dilakukan didalam ruangan dengan suhu yang dimodifikasi sesi latihan pagi, sore, dan malam hari. Metode penelitian ini adalah The Pretest Postest Group Design quasi. Penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 27 orang sehat, terbagi 9 orang pada masing masing sesi latihan, berumur 18-20 tahun. Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya. Latihan dilakukan dengan pengukuran HR dan kadar MDA Plasma sebelum dan setelah latihan. Data yang diperoleh dianalisis mengggunakan program statistik SPSS 20, dengan menggunakan uji t- Berpasangan dan uji t bebas. Hasil analisis statistik menunjukkan HR sebelum dan setelah aktivitas fisik sesi pagi memiliki nilai p=0,000 (p=0,05), sesi sore hari memiliki nilai p=0,000 (p=0,05), dan sesi malam memiliki nilai p=0,000 (p=0,05) sedangkan untuk kadar MDA plasma sebelum dan setelah aktivitas fisik sesi pagi memiliki nilai p=0,000 (p<0,05), sesi sore memiliki nilai p=0,000 (p<0,05), dan sesi malam memiliki nilai p=0,002 (p=0,05) Untuk selisih MDA sesi pagi dengan sore memiliki nilai p=0,000 (p0,05), sesi sore dengan malam memiliki nilai p=0,000 (p0,05), dan sesi pagi dengan sesi malam memiliki nilai p=0,667 (p0,05). Dari analisis di atas terdapat peningkatan signifikan kadar MDA plasma setelah melakukan aktivitas fisik submaksimal baik pada sesi pagi, sesi sore, maupun sesi malam hari, untuk selisih kadar MDA aktivitas fisik sesi pagi dengan sesi sore terdapat peningkatan yang signifikan, pada sesi sore dengan malam juga terjadi peningkatan yang signifikan namun tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara sesi pagi dengan sesi malam. Peningkatan kadar MDA plasma pada aktivitas fisik submaksimal sesi sore hari menunjukkan peningkatan yang paling tinggi dibanding dengan sesi pagi dan malam hari sehingga kerusakan pada membran sel juga lebih tinggi yang dapat menimbulkan derajat stres oksidatif meningkat. Dengan begitu maka latihan disarankan dapat dilakukan di dalam ruangan dengan suhu yang dimodifikasi pada sesi pagi dan malam hari.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKO 13/17 Suw p
Uncontrolled Keywords: aktivitas fisik submaksimal, kadar MDA plasma, derajat stres oksidatif, sesi latihan, tempat latihan
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsEmail
ADE SATRIA BAGUS SUWADJI, 011514553007UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDamayanti Tinduh, Dr. , dr., Sp.KFR (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 31 Oct 2017 23:11
Last Modified: 31 Oct 2017 23:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65371
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item