BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopaneus vannamei) DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG DI BALAI SEA FARMING, TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA

JOAN REZA BRASALI, 141211132040 (2017) BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopaneus vannamei) DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG DI BALAI SEA FARMING, TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA. Fakultas Perikanan Dan Kelautan. Budidaya Perairan, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PKL.PK.BP.145.17 . Bra.b - ABSTRAK.pdf

Download (91kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL.PK.BP.145.17 . Bra.b - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 2 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

4. Teknik budidaya udang vannamei (Litopaneus vannamei) dengan metode Keramba Jaring Apung di Balai Sea Farming Semak Daun, Kepulauan Seribu. dimulai dari pemilihan lokasi, pembuatan konstruksi KJA 3,5x3,5 meter, persiapan jaring ukuran 3x3 meter, penanganan benur, penebaran sebanyak 222 benur/m2, pembuatan tempat pakan, pemberian pakan 12 kali per hari dengan bobot 1-1,5% dari total biomassa per hari, pengamatan kualitas air yaitu suhu 28,1-30,2oC, salinitas 30-31 ppt, DO 5,2-9,3 mg/l, pH 7,56-8,03 dan kecerahan 8,1 meter, pembuatan tempat persembunyian udang, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan sebesar 47,5398 Kg dengan ukuran rata-rata 20,58 gr/ekor serta pemasaran udang vannamei dalam kondisi hidup. 5. Masalah yang dihadapi dalam usaha udang vannamei (Litopaneus vannamei)dengan metode Keramba Jaring Apung di Balai Sea Farming Semak Daun, adalah survival rate benur yang rendah 57,75 % dan FCR 1 : 4,13. 6. Prospek budidaya udang vannamei (Litopaneus vannamei) dengan metode Keramba Jaring Apung (KJA) di Balai Sea Farming diperoleh dengan keuntungan satu siklus yaitu Rp. 877.000,- sehingga keuntungan yang diperoleh dalam satu tahun (tiga siklus) yaitu Rp. 2.631.000,-. Revenue Cost Ratio (R/C) yang didapat sebesar 0,067, hal ini menunjukkan bahwa usaha budidaya udang vannamei ini tidak layak karena R/C< 1. Payback Period (PP) yaitu 37,38 tahun artinya pembudidaya dapat mengembalikan biaya investasi yang telah ditanam sekitar 37 tahun 5 bulan, Break Even Point (BEP) produksi yaitu 346,4 Kg dan BEP Harga Rp.86.600,-. Return of investment (ROI) yaitu 0,067 angka tersebut berarti bahwa dari Rp. 100,00 modal yang diinvestasikan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 6,7 dalam satu kali panen dan Benefit Cost Ratio (B/C) yang didapat yaitu 1,022 artinya dengan modal Rp. 39.123.000 diperoleh hasil penjulan sebesar 1,022 kali jumlah modal.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL.PK.BP.145/17 Bra b
Uncontrolled Keywords: Budidaya perairan
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
JOAN REZA BRASALI, 141211132040UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Arief, Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 28 Dec 2017 20:33
Last Modified: 22 Jan 2018 18:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65437
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item