LEAN MANAGEMENT PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALSAT DI PT. TERMINAL TELUK LAMONG

NASIR LABABAN, 041311233341 (2017) LEAN MANAGEMENT PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALSAT DI PT. TERMINAL TELUK LAMONG. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
B.320.17 . Lab.i - ABSTRAK.pdf

Download (19kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
B.320.17 . Lab.i - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 2 November 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Untuk dapat mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka sistem transportasi laut Indonesia semestinya merupakan sistem yang efisien, merata, berdaya saing aman dan berkelanjutan. Pelabuhan, sebagai salah satu unsur penghubung penting antara berbagai moda transportasi yang ada dalam rantai logistik, perlu mendapatkan perhatian khusus karena keefektifan dan keefisienannya akan secara langsung berdampak pada rantai tersebut, dan juga ekonomi regional maupun nasional. Konsep terminalisasi pada pelabuhan sangat relevan dengan Lean ketika dikaitkan dengan fasilitas antar moda peti kemas. tujuan dari lean adalah untuk meningkatkan keefektifan dan keefisienan operasi yang ada perusahaan dengan mengurangi waste yang ada atau menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan lean pada terminal peti kemas dengan mengeliminasi waste yang ada dan memperbaiki kinerja operasional. Karena dengan waktu pelayanan yang cepat, maka operasi perusahaan akan menjadi lebih optimal dan akan meningkatkan produktivitas perusahaan untuk melayani para pelanggan. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara disertai juga dengan pembagian kuesioner untuk melakukan pemilihan tools yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan process activity mapping didapatkan total waktu untuk penanganan muat petikemas yaitu sebesar 972 detik yang terdiri dari 226 detik (23%) kegiatan value added, 257 detik kegiatan nonvalue added, dan 489 detik (50%) kegiatan necessary but non value added. Rendahnya kegiatan value added yang ada dalam proses pelayanan bongkar muat peti kemas dikarenakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh perusahaan sebagian besar adalah kegiatan perpindahan peti kemas yang dikategorikan sebagai kegiatan transportasi. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah, berdasarkan analisa diagram fishbone yang dilakukan untuk mencari penyebab rendahnya kinerja bongkar muat perusahaan dapat disimpulkan bahwa masalah utama yang dialami perusahaan saat ini adalah kurangnya operator, kurangnya crane yang ada serta blok yang tersedia, serta kesalahan dari segi perencanaan yang masih belum sesuai. Sehingga usulan perbaikan yang sebaiknya diterapkan dalam perusahaan adalah menambah jumlah operator CTT saat ini, menambah jumlah ASC(blok) sehingga kegiatan perputaran truk CTT semakin lancar, serta koordinasi yang lebih baik antar tim dalam tiap shift disertai program aplikasi perencanaan yang sesuai untuk mendukung perencanaan dan penugasan alat yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 B.320/17 Lab i
Uncontrolled Keywords: Lean thinking, Value stream analysis tools, Fishbone diagram, pelabuhan, bongkar muat
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5546-5548.6 Office management
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
NASIR LABABAN, 041311233341UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPuspandam Katias, Drs., MMUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 28 Dec 2017 20:46
Last Modified: 17 Jan 2018 19:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65494
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item