PERBANDINGAN POLA FENOTIPIK DAN GENOTIPIK FLORA USUS PENGHASIL ESBL ANTARA PASIEN ICU, TROPIK INFEKSI RSUD DR SOETOMO DAN POPULASI DI KOMUNITAS

ROSANTIA SARASSARI, 011528226301 (2017) PERBANDINGAN POLA FENOTIPIK DAN GENOTIPIK FLORA USUS PENGHASIL ESBL ANTARA PASIEN ICU, TROPIK INFEKSI RSUD DR SOETOMO DAN POPULASI DI KOMUNITAS. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (202kB) | Preview
[img] Text (full text)
ROSANTIA SARASSARI TESIS.pdf
Restricted to Registered users only until 2 November 2020.

Download (3MB)

Abstract

Bakteri resisten antibiotik terutama ESBL merupakan ancaman terbesar diantara bakteri multidrug resistant (MDR) dan meningkat cepat dibanding bakteri resisten lainnya. Bakteri ini mudah ditransmisikan melalui elemen mobile genetik seperti plasmid dan transposon. Karier Enterobacteriaceae ESBL di feces merupakan reservoir yang penting yang berkonstribusi pada transimisi ESBL dari satu orang ke orang lain. Prevalensi karier ESBL di komunitas meningkat dengan cepat. Tujuan : Menganalisis perbandingan pola fenotipik dan genotipik flora usus penghasil ESBL dari pasien rawat inap ICU, pasien rawat inap Tropik Infeksi dan populasi di komunitas Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 130 sampel yang terdiri dari 30 sampel pasien rawat inap Tropik Infeksi, 20 sampel pasien rawat inap ICU, 30 keluarga pasien rawat inap Tropik Infeksi, 20 keluarga pasien rawat inap ICU yang diambil dengan cara consecutive sampling, dan 30 mahasiswa fakultas kedokteran diambil dengan cara random sampling. Sampel berupa usap rektal dari pasien dan keluarga pasien, serta feses dari mahasiswa. Sampel ditanam pada media selektif MacConkey ditambah sefotaksim 2 mg/L, konfirmasi dengan DDST (Disk Disffusion Synergy test) sebagai penghasil enzim ESBL. Sampel yang teridentifikasi menghasilkan ESBL kemudian diidentifikasi jenis bakterinya dengan uji biokimia. Gen ESBL dideteksi menggunakan PCR dengan primer yang spesifik. Hasil : Flora usus positif ESBL sebanyak 19 (95%) dari 20 sampel pasien ICU, sebanyak 25 (83%) dari 30 sampel pasien Tropik Infeksi, dan 67 (84%) dari 80 sampel komunitas (keluarga dan mahasiswa). Tidak terdapat perbedaan pola distribusi enzim ESBL antara pasien ICU, pasien Tropik Infeksi dan komunitas (P=0,416). Distribusi gen ESBL pada pasien ICU, pasien Tropik Infeksi, dan komunitas adalah: 1). gen SHV tidak terdapat perbedaan bermakna (30% vs 10% vs 16%; P= 0,175). 2). TEM tidak terdapat perbedaan bermakna (45% vs 30% vs 31%,P=0.465); and 3). CTX-M tidak terdapat perbedaan bermakna (65% vs 63% vs 58%, P=0.831).

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKKli.12/17 Sar p
Uncontrolled Keywords: Flora usus, ESBL, Rumah sakit, Komunitas
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ROSANTIA SARASSARI, 011528226301UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKuntaman, Prof Dr. ,dr., MS., SpMK(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 01 Nov 2017 22:27
Last Modified: 01 Nov 2017 22:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65548
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item