HUBUNGAN PERILAKU SELFIE DENGAN KECENDERUNGAN NARSISISME PADA SISWA SMAN KOMPLEKS SURABAYA

Eka Yuni Nugrahayu, 01181813 (2017) HUBUNGAN PERILAKU SELFIE DENGAN KECENDERUNGAN NARSISISME PADA SISWA SMAN KOMPLEKS SURABAYA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (40kB) | Preview
[img] Text (full text)
Laporan Penelitian dr Eka Yuni.pdf
Restricted to Registered users only until 3 November 2020.

Download (2MB)

Abstract

yang labil dan kurang pertimbangan merupakan kerentanan untuk melakukan selfie yang berisiko tinggi karena dapat memberikan dampak adiksi, cybercrime, cyberbullying. Narsisisme maladaptif pada remaja berhubungan dengan tindak agresivitas dan antisosial, yang dapat diukur dengan Narcicistic Personality Questionaire Revised (NPQCR). Tujuan penelitian: untuk menganalisis hubungan perilaku selfie (frekuensi, jumlah foto perminggu dan tipe selfie) dengan kecenderungan narsisisme pada siswa SMAN Kompleks Surabaya Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional terhadap 114 siswa SMA Negeri kompleks (SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 9). Pengambilan sampel dengan consequtive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner demografi, perilaku selfie (frekuensi, jumlah foto dan tipe selfie) dan NPQC-R yang menggambarkan 2 dimensi (superioritative dan exploitativeness). Data diolah dengan menggunakan Uji Anova/ Kruskal Wallis (tipe selfie), dan Korelasi Pearson/ Spearman (frekuensi dan jumlah foto selfie). Hasil Penelitian: Pada perempuan terdapat hubungan antara frekuensi selfie rata-rata perminggu dengan NPQCR dan superiority. Berdasarkan jumlah foto secara keseluruhan dan pada siswa perempuan terdapat hubungan antara jumlah foto dengan NPQCR, superiority dan exploitativeness, sedangkan pada laki-laki terdapat hubungan jumlah foto hanya dengan NPQCR saja. Ditinjau dari tipe selfie baik secara keseluruhan maupun per jenis kelamin didapatkan tidak terdapat perbedaan antara tipe selfie dengan kecenderungan narsisisme, superiority, dan exploitativeness Kesimpulan : Secara keseluruhan frekuensi selfie tidak berhubungan dengan narsisisme, superiority dan exploitativenesss, sedang jumlah foto selfie berhubungan dengan narsisisme, superiority dan exploitativeness. Pada perempuan semakin sering seseorang ber-selfie dalam seminggu, menunjukkan semakin besar kecenderungan narsisisme dan superiority, serta semakin banyak jumlah foto selfie semakin besar kecenderungan narsisisme, superiority dan exploitativeness Pada laki-laki, semakin banyak jumlah foto selfie semakin menunjukkan kecenderungan narsisisme. Tipe selfie tidak berhubungan dengan narsisisme, superiority maupun exploitativeness

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IKJ 07/17 Nug h
Uncontrolled Keywords: selfie, narsisisme, superiority, exploitativeness
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Jiwa
Creators:
CreatorsEmail
Eka Yuni Nugrahayu, 01181813UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHendy M. Margono, Prof. dr , SpKJ (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 02 Nov 2017 18:20
Last Modified: 02 Nov 2017 18:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65631
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item