EFEK PROBIOTIK TERHADAP INTERLEUKIN-6 SERUM DAN SKOR DEPRESI PADA PASIEN LUKA BAKAR

Nur Aida, 011218186307 (2017) EFEK PROBIOTIK TERHADAP INTERLEUKIN-6 SERUM DAN SKOR DEPRESI PADA PASIEN LUKA BAKAR. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (27kB) | Preview
[img] Text (full text)
Nur Aida-011218186307-laporan penelitian.pdf
Restricted to Registered users only until 3 November 2020.

Download (2MB)

Abstract

Luka bakar merupakan respon lokal suatu jaringan dengan atau tanpa respon sistemik terhadap suatu perpindahan energi dari sumber fisik atau kimia. Luka bakar sedang-berat memiliki dampak langsung terhadap perubahan lokal maupun sistemik (supresi sel-sel imun, innate dan adaptive). Pelepasan mediator pro-inflamasi, menurunnya mediator anti inflamasi pada hari ke 3 s/d hari ke 5 paska luka bakar serta nilai IL-6 terdeteksi secara signifikan. Probiotik dapat menurunkan dan mencegah gejala depresi melalui efeknya yang dimediasi oleh sumbu mikrobiota-gut-otak. Studi ini untuk menilai efek suplementasi probiotik pada gejala depresi, parameter menggunakan biomarker IL-6. Tujuan : Membandingkan efek probiotik terhadap interleukin-6 dan kejadian depresi pada pasien luka bakar. Metode : Desain penelitian adalah “non randomized control trial”. Sampling dilakukan dengan cara “consequtive” dengan kriteria inklusi adalah luka bakar sedang-berat berdasarkan kriteria ABA yang terjadi kurang dari 24 jam sebelum dibawa ke RS, usia 18-60 tahun, mampu untuk makan secara oral/enteral dan bersedia menjadi subjek penelitian. Pemberian probiotik pada hari ke 4 sampai hari ke 19 perawatan pasien luka bakar. Kadar interleukin-6 diukur pada hari ke-4 (sebelum pemberian probiotik) dan hari ke 19 (setelah pemberian probiotik).Kriteria depresi diukur dengan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Kedua alat ukur tersebut telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia serta diuji validitas dan reliabilitasnya dari penelitian sebelumnya. Analisis data dengan uji komparatif. Data diolah dengan Microsoft Excel 2010 dan SPSS 17.0. Hasil penelitian : Didapat 214 siswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis pola asuh authoritative 194 (90,7%), permissive 9 (4,2%) dan authoritarian 11(5,1%). Adapun self-esteem pada siswa lebih banyak yang normal 186 (86,9%) daripada yang rendah 28 (13,1%). Dari analisis uji korelasi Spearman dan Chi square didapatkan nilai p > 0,05. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara jenis pola asuh orangtua dan tingkat self-esteem pada siswa-siswa di SMP negeri 2 Bengalon Kabupaten Kutai Timur. Hal ini menunjukkan ada banyak faktor lain yang memengaruhiself-esteem siswa, seperti kemampuan menyesuaikan diri; adanya dukungan (support) dari keluarga, guru, teman sekelas (classmates), dan rekan-rekan (peers); adanya konflik dalam keluarga dan prestasi di sekolah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IKJ 12/17 Aid e
Uncontrolled Keywords: Pola asuh orangtua, self esteem, siswa SMP
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Jiwa
Creators:
CreatorsEmail
Nur Aida, 011218186307UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAzimatul Karimah, dr.,SpK.J(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 02 Nov 2017 18:59
Last Modified: 02 Nov 2017 18:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65656
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item