POLA PENGGUNAAN PROTON PUMP INHIBITOR (PPI) PADA PASIEN DISPEPSIA (Penelitian dilakukan pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya)

DEFTA MERSILIA KINDIASARI, 051311133061 (2017) POLA PENGGUNAAN PROTON PUMP INHIBITOR (PPI) PADA PASIEN DISPEPSIA (Penelitian dilakukan pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK FF FK 19-17 Kin p-Abstrak.pdf

Download (159kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK FF FK 19-17 Kin p.pdf
Restricted to Registered users only until 3 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan gejala klinis atau sindrom rasa tidak nyaman atau nyeri pada daerah perut bagian atas meliputi rasa penuh perut bagian atas, cepat kenyang, mual, muntah, rasa nyeri dan terbakar pada epigastrium. Prevalensi dispepsia secara global diperkirakan berkisar antara 11-29,2% dari total seluruh penduduk dunia. Dispepsia dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu penggunaan obat-obatan tertentu, gaya hidup, pola makan, penyakit tertentu dan faktor psikologis seperti stres. Terapi utama yang digunakan untuk pasien dispepsia berdasarkan guideline adalah antisekretori asam golongan proton pump inhibitor (PPI) dalam dosis standar atau full dose. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik pasien dispepsia, mengkaji profil penggunaan PPI selama menjalani rawat inap, mengidentifikasi kemungkinan terjadinya Drug Related Problem (DRP) serta mengkaji respon terapi pada pasien dispepsia di RSUA Surabaya pada periode 1 Januari 2014 – 31 Maret 2017. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif observasional yang dianalisis secara deskriptif pada periode Maret 2017 – Juni 2017 dengan metode time limited sampling di bagian Rekam Medik RSUA Surabaya dan telah dinyatakan layak etik. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan guideline NICE (National Institute of Clinical Exellent). Kriteria inklusi sampel penelitian adalah pasien dispepsia yang mendapat terapi PPI berjenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia ≥ 15 tahun serta menjalani rawat inap di Ruang Rawat Inap RSUA Surabaya pada periode yang telah disebutkan. Berdasarkan hasil penelitian dari 143 pasien dispepsia diketahui 92 pasien dispepsia mendapatkan terapi PPI dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 73 pasien (79,35%) dan laki-laki sebanyak 19 pasien (20,65%), distribusi usia terbanyak pada rentang usia 45-64 tahun sebanyak 39 pasien (42,39%), manifestasi klinis terbanyak yaitu nyeri ulu hati sebanyak 76 pasien (82,61%), dan lama perawatan terbanyak pada rentang 2-4 hari sebanyak 57 pasien (61,96%). Jenis terapi PPI yang digunakan omeprazole (73,91%), pantoprazole (18,48%), lansoprazole (6,52%) dan rabeprazole (1,09%). Omeprazole paling banyak digunakan rute intravena dengan dosis 2x40mg (68,48%), pantoprazole rute intravena dengan dosis 1x40mg (15,22%), lansoprazole rute intravena dengan dosis 1x30mg (4,35%) dan rabeprazole rute peroral dengan dosis 1x10mg (1,09%). Drug Related Problem (DRP) yang terjadi meliputi dosis diatas dosis lazim dan interaksi obat potensial. Berdasarkan guideline NICE, dosis PPI yang dianjurkan untuk pasien dispepsia yaitu full dose namun apabila gejala belum berkurang, dapat diganti dengan double dose. Pada penelitian ini, sebanyak 64 pasien (69,56%) mendapatkan dosis PPI diatas dosis lazim meliputi omeprazole 2x40mg (68,48%) dan lansoprazole 2x60mg (1,09%). Interaksi obat potensial yang terjadi pada 8 pasien (8,70%) meliputi interaksi omeprazole dengan alprazolam (2,17%), omeprazole dengan sukralfat (1,09%), omeprazole dengan warfarin (2,17%), lansoprazole dengan sukralfat (1,09%) dan lansoprazole dengan warfarin (2,17%). Respon terapi dinyatakan membaik (86,96%), dalam 1-3 hari meliputi penggunaan omeprazole (69,12%), lansoprazole (83,30%), pantoprazole (100,00%) dan rabeprazole (100,00%). Berdasarkan uraian diatas, diketahui bahwa pemberian terapi PPI pada dispepsia memerlukan pertimbangan yang tepat terkait jenis PPI, dosis dan waktu penggunaan guna mencapai respon terapi yang diinginkan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi dokter dengan apoteker dalam mengoptimalkan terapi dengan mencegah terjadi interaksi serta monitoring terhadap efek samping dari penggunaan PPI.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FF FK 19-17 Kin p
Uncontrolled Keywords: Proton Pump Inhibitor, drug utilization study, dyspepsia, drug related problems
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC799-869 Diseases of the digestive system. Gastroenterology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsEmail
DEFTA MERSILIA KINDIASARI, 051311133061UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Subakti Zulkarnain, S.Si., M.Clin.Pharm., Apt.,UNSPECIFIED
ContributorMuhammad Noor Diansyah, dr., Sp.PD.UNSPECIFIED
ContributorToetik Aryani, Dra., Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 02 Nov 2017 23:17
Last Modified: 02 Nov 2017 23:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65720
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item