GAMBARAN KELENGKAPAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PEKERJAAN AKRILIK DI LABORATORIUM GIGI SURABAYA

CINDY AISYAH SYAFRUDIN, 151410513030 (2017) GAMBARAN KELENGKAPAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PEKERJAAN AKRILIK DI LABORATORIUM GIGI SURABAYA. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_FV.TKG.33 17 Sya g.pdf

Download (94kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_FV.TKG.33 17 Sya g.pdf
Restricted to Registered users only until 7 November 2020.

Download (811kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Lempeng akrilik peranti ortodonti dibuat dari bahan akrilik cold cured, yang terdiri dari cairan monomer disebut methyl methacrylate (MMA) dan bubuk polimer disebut poly methyl methacrylate (PMMA). Akrilik dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, tenggorokkan dan saat bernafas dapat menyebabkan batuk/sesak nafas. Kelengkapan kerja yang diwajibkan yaitu alat pelindung diri akrilik di laboratorium gigi yaitu: pelindung mata, pelindung telinga, pelindung badan, pelindung tangan dan pelindung pernafasan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan dan pemakaian alat pelindung diri untuk pekerjaan akrilik di laboratorium gigi Surabaya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif observasional. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2017. Lokasi penelitian dilakukan pada laboratorium gigi di Surabaya yang terdaftar di PTGI. Teknik pengambilan sampel melalui kuesioner. Variabel yang diteliti adalah ketersediaan alat pelindung diri dan pemakaiannya di laboratorium gigi Surabaya. Hasil: Semua laboratorium gigi yang menjadi subyek penelitian ini menyediakan masker (disposible paper mask) dan kacamata (goggles). 70,49% pekerja selalu memakai pelindung pernafasan dan 49,18% pekerja selalu memakai pelindung mata. 84,61% laboratorium gigi menyediakan pelindung badan dan sarung tangan, tetapi hanya 57,37% pekerja yang selalu memakai pelindung badan dan 27,86% pekerja yang selalu memakai pelindung tangan. 30,76% laboratorium gigi menyediakan ear plug dan 15,38% menyediakan ear muff, tetapi hanya 1,63% pekerja yang selalu memakai alat tersebut. Kesimpulan: Tidak semua laboratorium gigi di Surabaya menyediakan alat pelindung diri dan tidak semua pekerja akrilik memakai alat pelindung diri yang disediakan.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK-2 FV.TKG.33/17 Sya g
Uncontrolled Keywords: Alat pelindung diri, pekerja akrilik, laboratorium gigi
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
R Medicine > RK Dentistry > RK520-528 Orthodontics
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknik Kesehatan Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
CINDY AISYAH SYAFRUDIN, 151410513030UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSianiwati Goenharto, drg., M.Kes.UNSPECIFIED
ContributorElly Rusdiana, drg., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 06 Nov 2017 19:37
Last Modified: 06 Nov 2017 19:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65946
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item