Peran Konservatisme Akuntansi Dalam Mengurangi Konflik Pemberi Pinjaman - Pemegang Saham Dalam Kebijakan Deviden

Zahroh Naimah, Dr.,SE.,MSi.,Ak (2013) Peran Konservatisme Akuntansi Dalam Mengurangi Konflik Pemberi Pinjaman - Pemegang Saham Dalam Kebijakan Deviden. Project Report. LPPKM Unair.

[img]
Preview
Text (Cover)
Zahroh Naimah_Karya Ilmiah012_1 Cover.pdf

Download (657kB) | Preview
[img] Text (Artikel Bab I, II, III)
Zahroh Naimah_Karya Ilmiah012_2 Bab I-III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (Artikel Bab IV)
Zahroh Naimah_Karya Ilmiah012_3 Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (Artikel Bab V)
Zahroh Naimah_Karya Ilmiah012_4 Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (Artikel Bab VI)
Zahroh Naimah_Karya Ilmiah012_5 Bab VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (982kB)
[img] Text (Peer Review)
Zahroh Naimah_Peer Review012.pdf
Restricted to Registered users only

Download (553kB)

Abstract

Konservatisme adalah derajat sampai sejauh mana laba diantisipasi.Definisi konservatisme yang paling ekstrim adalah "tidak mengantisipasi laba, tetapi mengantisipasi semua kerugian". Akibat dari konsep tersebut, konservatisme akuntansi akan menurunkan laba dan laba ditahan. Laba dan laba ditahan merupakan bagian penting yang dipertimbangkan dalam perjanjian hutang. Jumlah laba dan laba ditahan sering digunakan sebagai pembatasan dalam perjanjian hutang untuk membatasi agar tidak terjadi pembayaran berlebih dividen. Dividen biasanya dibagikan jika jumlah laba diiahan mencukupi, yang dinyatakan dengan rasio pernbayaran dividen (payout ratio). Jika jurnlah laba ditahan tinggi, rnaka kernungkinan dividen yang akan dibagikan kepada pernegang saharn akan tinggi pula. Rasia pernbayaran dividen yang tinggi menunjukkan adanya transfer kesejahteraan yang tinggi dari perusahaan ke pernegang saham. Hal inilah yang dipandang sebagai risiko oleh pemberi pinjaman, karena akan rnengurangi keamanan alas klaim tetap rnereka. Maka terjadilah konflik antara pemberi pinjarnan dan pemegang saham atas kebijakan dividen.Pemegang saham menginkan dividen yang tinggi, dan jumlah laba yang ditahan yang tinggi pula.Sedangkan pemberi pinjarnan menginginkan keamanan atas klaim tetap mereka. Untuk mengurangi risiko atas klaim tetapnya, maka pemberi pinjaman akan memberikan batasan-batasan pada perjanjian hutangnya. Misalnya, pembatasan terhadap pembayaran dividen. Untuk membatasi pembayaran dividen yang berlebih kepada pemegang saharn, pemberi pinjaman dapat memberikan baiasan pada penerapan akuntansi yang menghasilkan jumlah laba dan laba yang ditahan menjadi rendah, misalnya dengan penerapan metode akuntansi yang lebih konservatif. Contoh rnetode akuntansi yang lebih konservatif adalah penyusutan dipercepat, metode penilaian persediaan mana yang lebih rendah antara harga pokok atau harga pasar (lower of cost or market), pembebanan biaya R&D dan advertensi. Konservatisme akuntansi akan menurunkan laba dan laba ditahan. dan sebagai akibatnya, mengurangi pembayaran dividen. Jadi, konservatisme akuntansi akan mengurangi risiko bagi pemberi pinjaman atas kelebihan pembayaran dividen kepada pemegang saharn (Ahmed et.al., 2002).

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Konservatisme, payout ratio, deviden
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG4551-4598 Stock exchanges
S Agriculture > S Agriculture (General) > S622-627 Soil conservation and protection
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
Zahroh Naimah, Dr.,SE.,MSi.,AkUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Sugeng Riyanto
Date Deposited: 09 Nov 2017 18:09
Last Modified: 09 Nov 2017 18:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/65983
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item